Greenhill Ciwidey – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini terus menjadi perhatian masyarakat karena menyasar pemenuhan gizi bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Survei terbaru dari Puspoll Indonesia menunjukkan mayoritas responden memberikan dukungan terhadap program tersebut. Namun, hasil survei juga memperlihatkan masih adanya keraguan terhadap keberhasilan pelaksanaannya.
“Baca Juga: Tabrakan Kapal di Busan, Dua WNI Masih Dalam Pencarian“
Dukungan Publik Capai Lebih dari 55 Persen
Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, memaparkan hasil survei dalam rilis di Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa survei mengukur tiga indikator utama. Ketiga indikator tersebut meliputi tingkat dukungan, kepuasan, dan keyakinan terhadap program MBG.
Hasil survei menunjukkan 55,5 persen responden mendukung program Makan Bergizi Gratis. Sementara itu, sebanyak 41,9 persen responden menyatakan tidak mendukung program tersebut.
Angka tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah di bidang gizi.
Tingkat Kepuasan Juga Lebih dari Separuh Responden
Selain mengukur dukungan, Puspoll Indonesia juga menilai tingkat kepuasan masyarakat.
Sebanyak 52,1 persen responden mengaku puas terhadap pelaksanaan program MBG. Hasil tersebut memperlihatkan lebih dari separuh masyarakat memberikan penilaian positif.
Meski demikian, sebagian responden masih memiliki pandangan berbeda. Mereka menilai program ini masih memerlukan berbagai perbaikan agar manfaatnya semakin terasa.
Tingkat Keyakinan Masih Menjadi Tantangan
Hasil survei memperlihatkan perbedaan cukup besar pada indikator keyakinan.
Sebanyak 63,1 persen responden mengaku belum yakin program MBG dapat berjalan sesuai harapan. Sementara itu, hanya 31,6 persen responden menyatakan yakin terhadap keberhasilan program tersebut.
Chamad Hojin mengatakan program MBG memang menjadi pembahasan luas di tengah masyarakat. Karena itu, perbedaan pandangan masih sangat wajar terjadi.
Tingkat keyakinan yang lebih rendah menunjukkan masyarakat masih menunggu hasil nyata dari pelaksanaan program tersebut.
Survei Gunakan Sampel 2.400 Responden
Puspoll Indonesia melaksanakan survei pada 18 hingga 26 Mei 2026.
Lembaga tersebut menggunakan metode pengambilan sampel secara acak bertingkat. Metode itu mempertimbangkan wilayah perkotaan dan pedesaan di seluruh Indonesia.
Survei juga menyesuaikan jumlah responden dengan proporsi pemilih di setiap provinsi.
Sebanyak 2.400 responden mengikuti survei ini. Puspoll menetapkan margin of error sekitar dua persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Program MBG Masih Menjadi Sorotan Publik
Hasil survei menunjukkan program Makan Bergizi Gratis memperoleh dukungan dan tingkat kepuasan yang cukup baik. Namun, tingkat keyakinan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.
Ke depan, pemerintah perlu memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat meningkat seiring hasil nyata yang dirasakan langsung oleh para penerima manfaat.
“Baca Juga: Yoga vs Pilates, Ketahui Perbedaan dan Manfaatnya“





