Greenhill Ciwidey – Prabowo dan Gus Miftah Bahas Kebhinekaan: Presiden Prabowo Subianto meluangkan waktu untuk bertemu pendakwah kondang asal Yogyakarta, Gus Miftah. Keduanya tampak duduk santai sambil berdiskusi di sebuah ruangan sederhana. Momen tersebut mencuri perhatian publik karena berlangsung di tengah isu intoleransi yang sedang ramai dibicarakan.
“Baca Juga: Thaksin Shinawatra Menang Gugatan Kasus Penghinaan Kerajaan“
Gus Miftah Bagikan Momen di Media Sosial
Pertemuan ini diketahui publik melalui unggahan Gus Miftah di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, terlihat Prabowo memegang buku berjudul Merawat Kebhinekaan, Menyemai Kerukunan. Gus Miftah menulis keterangan singkat, “Diskusi sore: Merawat kebhinekaan menyemai kerukunan.” Unggahan itu langsung mengundang beragam komentar warganet.
Buku Gus Miftah Tentang Kebhinekaan
Buku yang dipegang Prabowo ternyata merupakan karya Gus Miftah. Catatan tersebut hadir di tengah maraknya perdebatan soal toleransi antarumat beragama. Isinya mengajak masyarakat untuk terus menjaga keberagaman sekaligus membangun kerukunan. Buku itu juga mencerminkan peran Gus Miftah sebagai sosok yang aktif menyemai persatuan di tengah perbedaan.
Peran Gus Miftah di Pemerintahan
Kepercayaan publik terhadap Gus Miftah semakin kuat setelah ia dipercaya menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Jabatan itu membuktikan bahwa perannya bukan hanya di panggung dakwah, tetapi juga dalam kebijakan negara. Pertemuan dengan Prabowo semakin menegaskan kedekatan keduanya dalam upaya menjaga harmoni bangsa.
Antusiasme Warganet Terhadap Buku Gratis
Dalam unggahannya, Gus Miftah juga mengumumkan bahwa ia akan membagikan buku tersebut secara gratis. Ia menyiapkan 100 eksemplar untuk mereka yang memberikan komentar di media sosialnya. Pengumuman itu mendapat sambutan positif. Banyak warganet berharap bisa mendapatkan buku tersebut.
Seorang netizen dengan akun @himawanbayu\_ menulis, “Semoga saya beruntung biar bisa menaruhnya di perpustakaan MTSN 8 Sleman agar siswa siswi membacanya.” Komentar ini memperlihatkan bahwa banyak pihak ingin menyebarkan pesan toleransi melalui buku tersebut.
Doa dan Dukungan dari Warganet
Selain berharap mendapatkan buku, banyak warganet yang mendoakan kesehatan Gus Miftah. Seorang pengguna akun @vid_fr menuliskan, “Assalamu’alaikum abah, semoga panjenengan sehat selalu lancar rezekinya.” Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah Gus Miftah diterima dengan hangat oleh masyarakat.
Pesan dari Pertemuan Prabowo dan Gus Miftah
Pertemuan Prabowo dan Gus Miftah tidak hanya menjadi agenda santai, tetapi juga menyimpan pesan penting. Keduanya memberi contoh nyata bahwa dialog menjadi kunci merawat kebhinekaan. Dengan duduk bersama, mereka menunjukkan bahwa komunikasi yang sehat mampu menyatukan perbedaan pandangan.
Prabowo dan Gus Miftah Bahas Kebhinekaan: Kerukunan Sebagai Fondasi Bangsa
Pertemuan ini menegaskan kembali pentingnya kerukunan sebagai fondasi bangsa. Selain itu, buku karya Gus Miftah mengingatkan masyarakat untuk menjaga keberagaman secara bersama. Prabowo menjalankan perannya sebagai Presiden, sedangkan Gus Miftah melanjutkan kiprahnya sebagai pendakwah sekaligus utusan khusus. Keduanya berkomitmen merawat kebhinekaan dengan tindakan nyata. Sementara itu, dukungan warganet semakin memperkuat pesan kebersamaan yang mereka sampaikan.
“Baca Juga: Ayatollah Khamenei Tegaskan Iran Tak Akan Tunduk pada AS“






