Greenhill Ciwidey – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sikap tegas terkait penanganan banjir.
Ia memilih memanfaatkan sumur resapan yang sudah tersedia di Jakarta.
Sumur resapan tersebut berasal dari program era Anies Baswedan.
Menurut Pramono, pemerintah perlu menggunakan semua fasilitas yang masih berguna.
“Baca Juga: Dubes Iran Ungkap 3.117 Korban Tewas Akibat Kerusuhan“
Pemprov DKI Tidak Rencanakan Sumur Resapan Baru
Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta belum merencanakan pembangunan sumur resapan baru.
Ia menyebut pemerintah hanya mengaktifkan sumur resapan yang sudah ada.
Pernyataan ini ia sampaikan saat ditemui di Jakarta Barat.
Karena itu, pemerintah fokus pada pemanfaatan infrastruktur yang tersedia.
Ia menilai perdebatan soal program lama tidak memberi solusi langsung.
Sebaliknya, ia mengutamakan langkah praktis untuk menekan risiko banjir.
Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam kondisi cuaca ekstrem.
Penanganan Banjir Dilakukan Bertahap
Pramono menjelaskan penanganan banjir Jakarta berjalan secara bertahap.
Pemerintah menjalankan program jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan.
Untuk jangka pendek, pemerintah mengandalkan operasi modifikasi cuaca.
Langkah ini bertujuan mengurangi curah hujan di wilayah rawan banjir.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan langkah jangka panjang.
Program tersebut mencakup normalisasi sungai di berbagai titik.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap daya tampung sungai meningkat.
Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang
Pramono memutuskan memperpanjang operasi modifikasi cuaca hingga 27 Januari 2026.
Keputusan ini mengikuti prediksi cuaca ekstrem di Jakarta.
Curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, pemerintah memilih langkah pencegahan tambahan.
Ia menyatakan kebijakan ini bersifat situasional.
Pemerintah akan terus mengevaluasi dampak operasi tersebut.
Evaluasi dilakukan berdasarkan kondisi cuaca harian dan laporan lapangan.
Imbauan Waspada bagi Warga Bantaran Sungai
Pramono mengimbau warga Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia menekankan perhatian khusus bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
Potensi sungai meluap masih tinggi akibat hujan deras.
Oleh karena itu, warga perlu memantau kondisi lingkungan sekitar.
Pemerintah juga meminta warga mengikuti arahan petugas.
Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko korban saat banjir terjadi.
Dengan kerja sama semua pihak, pemerintah berharap dampak banjir bisa ditekan.
“Baca Juga: Longboat Tenggelam di Halmahera Selatan, Balita Tewas“






