Greenhill Ciwidey – Ratusan Pendaki Terjebak Salju: Hujan salju lebat mengguyur pegunungan Himalaya sejak Jumat malam. Cuaca ekstrem ini menyebabkan hampir 1.000 pendaki terjebak di lereng timur Gunung Everest. Hingga Senin (6/10/2025), tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi ratusan orang dari kawasan tertutup salju. Setidaknya satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Cuaca memburuk membuat jalur pendakian di sisi timur, tepatnya di wilayah Tibet, tertutup salju setebal beberapa meter. Petugas gabungan terus berusaha menembus medan berat untuk mencari pendaki yang belum ditemukan.
“Baca Juga: DPR Dorong TNI Profesional untuk Perkuat Pertahanan Nasional“
Upaya Penyelamatan Terus Dilakukan
Tim penyelamat dari otoritas China dan Tibet telah mengevakuasi 350 pendaki ke tempat aman di kota kecil Qudang. Mereka juga terus menghubungi semua pendaki yang belum teridentifikasi. Lebih dari 200 orang masih terjebak di jalur pendakian karena cuaca yang belum membaik.
Ratusan warga desa dan relawan turun tangan membantu membersihkan tumpukan salju yang menutup akses jalan menuju area evakuasi. Mereka menggunakan alat berat dan kendaraan khusus pegunungan. Kondisi ini menuntut kerja cepat karena suhu di kawasan tersebut turun hingga di bawah nol derajat.
Tidak Ada WNI Jadi Korban
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada laporan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Informasi ini diperoleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing dan Dhaka.
Kemlu RI juga mengingatkan WNI yang berada di sekitar wilayah pendakian untuk menunda semua aktivitas ke Gunung Everest. Dalam pernyataan resmi, Direktorat Perlindungan WNI meminta masyarakat berhati-hati terhadap perubahan cuaca ekstrem di Tibet.
Sebagai langkah antisipasi, KBRI Beijing telah membuka layanan darurat melalui WeChat dan WhatsApp di nomor +8618610455488. Sementara itu, KBRI Dhaka menyediakan hotline bantuan di nomor +8801614444552 bagi WNI di wilayah Bangladesh dan sekitarnya.
Kondisi Cuaca Masih Ekstrem
Menurut laporan BBC, salju mulai turun pada Jumat malam dan semakin deras sepanjang akhir pekan. Wilayah terdampak berada di ketinggian lebih dari 4.900 meter di atas permukaan laut. Hal ini membuat proses penyelamatan berlangsung sangat lambat.
Selain Tibet, wilayah lain di Asia Selatan juga menghadapi bencana cuaca. Nepal, negara tetangga Tibet, mengalami hujan deras dan banjir besar yang menewaskan sedikitnya 47 orang. Banyak jalan tertutup dan beberapa jembatan hanyut terbawa arus.
Topan Matmo Terjang China Timur
Bencana tidak hanya melanda kawasan pegunungan. Di sisi timur China, Topan Matmo menerjang kawasan pesisir dan memaksa sekitar 150.000 warga mengungsi. Otoritas setempat mengevakuasi penduduk ke tempat perlindungan sementara.
Topan ini juga menyebabkan kerusakan pada rumah, jaringan listrik, dan transportasi di beberapa provinsi. Pemerintah China kini berfokus pada penyelamatan korban serta pemulihan infrastruktur yang terdampak badai.
Penutup: Ratusan Pendaki Terjebak Salju
Peristiwa di Gunung Everest menjadi peringatan keras bagi para pendaki. Cuaca ekstrem di wilayah Himalaya bisa berubah sangat cepat dan berisiko tinggi. Pemerintah setempat meminta semua pihak menunda kegiatan pendakian hingga kondisi benar-benar aman.
Bagi WNI di luar negeri, penting untuk selalu memantau informasi resmi dari KBRI dan mengutamakan keselamatan di atas segalanya.
“Baca Juga: Producer Duet Night Abyss Jelaskan Manfaat Hilangkan Sistem Gacha“






