Greenhill Ciwidey – Sejumlah slogan dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto ramai menghiasi media sosial. Pesan seperti “Kami Setia Bersama Prabowo”, “Prabowo Tidak Sendiri”, dan “Satu Barisan Bersama Prabowo” menarik perhatian berbagai kalangan.
Fenomena tersebut mendapat tanggapan dari kelompok relawan Arus Bawah Prabowo (ABP). Ketua Umum ABP, Michael F. Umbas, menilai kemunculan slogan tersebut mencerminkan perkembangan dukungan masyarakat.
Menurut Umbas, fenomena itu menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai menyampaikan pandangan politik secara terbuka. Kelompok yang sering disebut silent majority tersebut sebelumnya cenderung mengamati situasi tanpa banyak berbicara.
Silent Majority Mulai Menunjukkan Dukungan
Umbas menjelaskan bahwa dukungan terhadap Prabowo tidak hanya datang dari organisasi relawan. Menurutnya, ada kelompok masyarakat lain yang selama ini mengikuti perkembangan pemerintahan tanpa tampil di ruang publik.
“Selama ini mungkin banyak yang mengira bahwa masyarakat yang mendukung Presiden Prabowo hanya mereka yang aktif di organisasi relawan atau yang terlihat di ruang publik. Padahal, ada kelompok masyarakat yang selama ini diam, mengamati, dan mengikuti perkembangan. Sekarang mereka mulai menunjukkan sikap. Pesannya jelas: ‘kami setia bersama Prabowo. Prabowo tidak sendiri’,” ujar Umbas dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Ia menegaskan bahwa sikap diam tidak selalu menunjukkan ketidakpedulian. Sebaliknya, kelompok tersebut tetap memperhatikan kebijakan dan perkembangan pemerintahan.
Umbas juga menilai masyarakat memiliki penilaian masing-masing terhadap situasi politik. Mereka tidak harus mengikuti perdebatan di media sosial untuk menunjukkan kepedulian.
“Silent majority bukan berarti tidak peduli. Mereka memperhatikan, mereka menilai, dan mereka punya pandangan sendiri. Ketika mereka merasa perlu menyampaikan sikap, mereka akan bersuara,” katanya.
Menurut Umbas, ramainya pesan dukungan tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki beragam cara menyampaikan sikap politik. Karena itu, ia mengingatkan publik agar tidak hanya mengukur dukungan terhadap Presiden melalui ramainya kritik di media sosial.
Slogan Prabowo Tidak Sendiri Jadi Simbol Solidaritas
Umbas memandang slogan “Prabowo Tidak Sendiri” sebagai bentuk solidaritas masyarakat terhadap Presiden. Ia menilai pesan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendukung jalannya pemerintahan.
Namun, Umbas mengingatkan para relawan agar menyampaikan dukungan secara positif dan bertanggung jawab. Ia berharap pendukung Prabowo tidak berhenti pada slogan atau pernyataan di media sosial.
Sebaliknya, para relawan perlu menjaga persatuan dan berpartisipasi dalam kegiatan konstruktif. Mereka juga dapat mengawal program pemerintah agar manfaatnya menjangkau masyarakat luas.
ABP Ajak Relawan Wujudkan Dukungan Lewat Tindakan
Wakil Ketua Umum ABP, Supriyanto, menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai dukungan kepada Prabowo perlu hadir melalui tindakan nyata.
Menurut Supriyanto, masyarakat tidak cukup hanya menyampaikan dukungan melalui poster, slogan, atau unggahan media sosial. Relawan juga perlu mengambil peran dalam mengawal agenda pembangunan.
Selain itu, relawan dapat menyampaikan aspirasi masyarakat dari tingkat bawah. Mereka juga perlu memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah yang masih membutuhkan perbaikan.
Supriyanto berharap pesan “Kami Setia Bersama Prabowo” dapat mengingatkan masyarakat tentang pentingnya dukungan bersama. Ia ingin masyarakat ikut menjaga keberlanjutan agenda pembangunan nasional.
“Pesan kami sederhana, ‘Prabowo tidak sendiri’. Masih banyak masyarakat yang berharap dan ingin melihat pemerintahan ini berhasil. Silent majority mulai menyatakan sikap,” ujar Supriyanto.
Ia menambahkan bahwa relawan ingin ikut menjaga persatuan sekaligus mendukung keberhasilan pemerintahan. Namun, dukungan tersebut juga perlu mendorong pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Dengan demikian, ABP berharap dukungan masyarakat tidak hanya muncul dalam bentuk slogan. Mereka mendorong para relawan untuk ikut mengawal program pembangunan dan menyampaikan aspirasi publik secara konstruktif.
“Baca Juga: Penderita Osteoporosis Boleh Olahraga? Ini Penjelasannya“





