Greenhill Ciwidey – Warga Aceh Tamiang menghadapi darurat air bersih setelah banjir bandang dan tanah longsor.
Bencana ini merusak sumber air warga dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Karena itu, kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama dalam masa pemulihan.
Sejalan dengan arahan Listyo Sigit Prabowo, Polri langsung mempercepat pemulihan pascabencana.
Polri memfokuskan upaya pada pembangunan sumur bor di wilayah terdampak terparah.
“Baca Juga: Polda Metro Ungkap Peredaran Dolar Palsu di Jabodetabek“
Pembangunan Sumur Bor Terus Dipercepat
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Erdi, menyampaikan perkembangan terbaru.
Ia menjelaskan bahwa Polri memasuki hari ketiga pelaksanaan pembangunan sumur bor.
Pada tahap ini, tujuh titik menjadi fokus utama penggalian dan pengoperasian.
Polri terus mengoordinasikan seluruh kegiatan dari Posko Polri setempat.
Petugas melakukan pemantauan rutin agar setiap pekerjaan berjalan tepat sasaran.
Selain itu, tim juga melakukan evaluasi harian untuk mempercepat pemanfaatan sumur.
Erdi menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan warga secepat mungkin.
Ia menilai akses air bersih sangat penting bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Tujuh Lokasi Prioritas Hari Ketiga
Pada hari ketiga, Polri memusatkan kegiatan di tujuh lokasi utama.
Setiap lokasi berada di wilayah dengan kebutuhan air paling mendesak.
Lokasi tersebut meliputi Masjid Miftahul Jannah di Desa Payah Rahat, Kecamatan Banda Mulia.
Selain itu, Polri bekerja di Kampung Suka Mulia, Dusun Rukun, Kecamatan Banda Mulia.
Tim juga mengerjakan sumur bor di Masjid Istiqamah, Kampung Suka Mulia, Kecamatan Bandar Mulia.
Pekerjaan berlanjut di Dusun Keluarga, Kampung Suka Mulia, Kecamatan Bandar Mulia.
Lokasi lain berada di Masjid Nurul Iman, Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru.
Polri juga mengoperasikan sumur di Masjid Nurut Taqwa, Desa Medang Ara, Kecamatan Karang Baru.
Satu titik tambahan berada di SD Suka Mulia Paya Raja, Desa Suka Mulia Upah.
Puluhan Sumur Bor Sudah Dimanfaatkan Warga
Erdi menyampaikan bahwa hingga saat ini 24 sumur bor telah aktif.
Warga langsung memanfaatkan sumur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Sumur aktif ini membantu wilayah yang paling kesulitan mendapatkan air bersih.
Masyarakat kini bisa memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan kebersihan dasar.
Polri memastikan setiap sumur berfungsi optimal dan mudah diakses warga sekitar.
Target Ratusan Sumur Bor di Aceh Tamiang
Sebelumnya, Kapolri menetapkan target pembangunan 209 sumur bor di Aceh Tamiang.
Program ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascabencana daerah tersebut.
Selain itu, Polri juga menyiapkan total 338 fasilitas sumur bor di seluruh Provinsi Aceh.
Target ini menunjukkan keseriusan Polri dalam membantu pemulihan jangka menengah.
Fasilitas MCK Dukung Kesehatan Lingkungan
Selain sumur bor, Polri membangun fasilitas sanitasi tambahan.
Polri membangun empat unit MCK di wilayah Sumatera.
Khusus Aceh Tamiang, Polri membangun 15 unit MCK untuk warga terdampak.
Fasilitas ini mendukung kebutuhan mandi, cuci, dan kakus warga.
Langkah ini juga membantu mencegah penyakit akibat lingkungan tidak bersih.
Komitmen Hadirkan Negara di Tengah Warga
Langkah cepat ini menegaskan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.
Polri ingin memastikan bantuan darurat benar-benar dirasakan warga.
Melalui upaya berkelanjutan, Polri mendukung warga Aceh Tamiang untuk segera bangkit.






