Greenhill Ciwidey – Duta Besar Iran untuk Indonesia menyampaikan data terbaru terkait korban kerusuhan besar di negaranya.
Ia menyebut jumlah korban jiwa mencapai ribuan orang.
Dubes Iran Sampaikan Data Resmi Korban
Selain itu, Mohammad Boroujerdi menyampaikan pernyataan resmi di Jakarta.
Ia berbicara berdasarkan data dari otoritas resmi di negaranya.
Selanjutnya, Boroujerdi memaparkan data tersebut dalam sebuah konferensi pers.
Acara itu berlangsung di kediaman dinasnya di kawasan Menteng.
“Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Pati Sudewo Tersangka Korupsi DJKA“
Lebih dari Tiga Ribu Orang Meninggal
Selain itu, Mohammad Boroujerdi mengutip data kepolisian forensik Iran.
Ia menyebut jumlah korban tewas mencapai 3.117 jiwa.
Selanjutnya, menurutnya, angka tersebut mencerminkan dampak serius dari kerusuhan.
Kerusuhan itu terjadi di berbagai wilayah.
Akibatnya, aparat keamanan menghadapi situasi yang sangat berat.
Mayoritas Korban dari Aparat dan Warga Sipil
Boroujerdi menjelaskan komposisi korban secara rinci.
Ia menyebut mayoritas korban berasal dari aparat keamanan.
Selain itu, korban juga mencakup warga sipil.
Mereka tidak terlibat langsung dalam aksi kerusuhan.
Namun, mereka tetap terkena dampak kekerasan.
Ia menyatakan sebanyak 2.427 korban termasuk kelompok yang disebut syahid.
Kelompok ini mencakup aparat negara dan masyarakat tidak bersalah.
Mereka menjadi korban dalam situasi yang tidak terkendali.
Dua Pertiga Korban Bukan Pelaku Kerusuhan
Selanjutnya, Boroujerdi menyampaikan hasil perhitungan pemerintah.
Ia menyebut sekitar dua pertiga korban bukan pelaku kerusuhan.
Selain itu, korban tersebut terdiri dari aparat yang sedang bertugas dan warga sipil.
Kemudian, mereka berada di lokasi saat kerusuhan terjadi.
Akibatnya, situasi tersebut menyebabkan banyak korban berjatuhan.
Aparat Diminta Hindari Tembakan Mematikan
Boroujerdi juga menjelaskan prosedur pengamanan aparat.
Ia menegaskan kepolisian menerima peringatan khusus.
Peringatan tersebut meminta aparat tidak menembak bagian vital tubuh.
Tujuannya untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Arahan ini berlaku selama pengamanan kerusuhan.
Namun demikian, Boroujerdi menyebut banyak aparat justru menjadi korban.
Ia mengatakan petugas lebih sering menargetkan bagian badan.
Langkah tersebut bertujuan menekan jumlah korban meninggal.
Pemerintah Iran Tekankan Pengendalian Situasi
Melalui pernyataan ini, Boroujerdi menegaskan sikap pemerintah Iran.
Pemerintah ingin menjaga keamanan tanpa memperbesar jumlah korban.
Ia menutup pernyataan dengan menekankan kompleksitas situasi.
Kerusuhan tersebut menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
Pemerintah Iran mengklaim terus berupaya mengendalikan keadaan.






