Greenhill Ciwidey – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka baru.
KPK mengaitkan Sudewo dengan dugaan korupsi proyek jalur kereta api di Jawa Tengah.
Perkara ini terjadi pada proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta.
Proyek tersebut berada di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Periode proyek berlangsung dari tahun 2019 hingga 2022.
“Baca Juga: Pentagon Nilai Taiwan dan Senkaku Jadi Kepentingan Inti China“
KPK Naikkan Status Tersangka dalam Dua Perkara
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan penetapan tersangka pada Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa KPK menaikkan status Sudewo dalam dua perkara sekaligus.
KPK mengaitkan kedua perkara tersebut dengan kasus DJKA.
Langkah ini bertujuan menyatukan proses hukum dalam satu persidangan.
KPK ingin menghindari proses hukum ganda terhadap tersangka yang sama.
Namun, KPK belum memaparkan konstruksi perkara secara rinci.
KPK juga belum menjelaskan peran detail Sudewo dalam kasus tersebut.
Fakta Persidangan Menjadi Dasar Penetapan
Penetapan tersangka Sudewo berangkat dari fakta yang terungkap di persidangan.
Persidangan sebelumnya telah menghasilkan putusan pengadilan.
KPK menggunakan fakta tersebut sebagai dasar penguatan perkara.
Dengan langkah ini, KPK merencanakan satu proses persidangan terpadu.
Proses ini diharapkan berjalan lebih efektif dan efisien.
Dugaan Aliran Dana ke Sudewo
KPK meyakini Sudewo menerima aliran dana dari proyek jalur kereta api.
Keyakinan tersebut muncul dari keterangan dan bukti di persidangan.
Sudewo diduga menerima komitmen fee sebesar 0,5 persen.
Fee tersebut berasal dari nilai proyek senilai Rp143,5 miliar.
Berdasarkan hitungan KPK, total dana yang diterima mencapai sekitar Rp700 juta.
Dana tersebut diduga diterima Sudewo pada September 2022.
Dakwaan Terdakwa Ungkap Peran Dana
Fakta aliran dana muncul dalam dakwaan dua terdakwa sebelumnya.
Dua terdakwa tersebut bernama Putu Sumarjaya dan Bernard Hasibuan.
Dalam dakwaan, jaksa memaparkan aliran dana kepada sejumlah pihak.
Nama Sudewo tercantum sebagai salah satu penerima dana.
Keterangan tersebut memperkuat keyakinan KPK dalam menetapkan tersangka.
Proses Hukum Masih Berlanjut
KPK menegaskan proses hukum masih berjalan.
Penyidik akan melengkapi berkas dan bukti tambahan.
KPK juga akan menyampaikan perkembangan resmi pada tahap berikutnya.
Publik kini menunggu penjelasan rinci soal peran Sudewo.
Kasus ini kembali menyorot pengawasan proyek infrastruktur publik.
KPK menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa pandang jabatan.
“Baca Juga: Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol, 39 Tewas dan Berkabung“






