Greenhill Ciwidey – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pemantauan tersebut mencakup kondisi jarak pandang dan aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan asap karhutla sempat menurunkan jarak pandang di beberapa daerah. Kondisi tersebut terjadi terutama pada pagi hari.
“Baca Juga: Menteri LH Pantau Karhutla Kampar, Dorong Aksi Menyeluruh“
Jarak Pandang Menurun pada Pagi Hari
Suharyanto menjelaskan penurunan jarak pandang terjadi di Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak. Kondisi tersebut paling terasa sekitar pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat.
Namun, jarak pandang mulai membaik ketika memasuki siang hari. Perubahan kondisi tersebut membantu aktivitas masyarakat dan transportasi udara kembali berjalan lebih normal.
BNPB tetap memantau perkembangan asap karena kondisi karhutla dapat berubah dengan cepat. Pemerintah juga terus mengawasi wilayah lain yang berpotensi terdampak.
Penerbangan Tetap Berjalan
Meski asap sempat mengurangi jarak pandang, sejumlah bandara masih menjalankan aktivitas penerbangan. Kondisi tersebut memungkinkan penerbangan tetap berlangsung dengan aman dan sesuai jadwal.
Beberapa bandara yang tetap beroperasi antara lain Bandara Syamsudin Noor, Bandara Supadio, dan Bandara Tjilik Riwut.
Pihak berwenang terus memantau kondisi udara dan jarak pandang di sekitar bandara. Langkah tersebut membantu petugas mengambil keputusan apabila kondisi berubah.
Pemerintah Perkuat Penanganan Dampak Kesehatan
Selain transportasi udara, BNPB juga memperhatikan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut.
Pemerintah juga memperkuat Posko Kesehatan Terpadu di sejumlah wilayah terdampak. Posko tersebut membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan ketika paparan asap menimbulkan gangguan.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat asap dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Pemerintah terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.
BNPB Pantau Potensi Asap Lintas Batas
BNPB juga memantau kemungkinan munculnya asap lintas batas atau cross-border haze. Pemerintah menjalankan pemantauan tersebut bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Koordinasi lintas lembaga membantu pemerintah mengetahui perkembangan sebaran asap. Selain itu, koordinasi tersebut mendukung pengambilan langkah penanganan secara lebih cepat.
Pemerintah Tambah Armada untuk Atasi Karhutla
Suharyanto mengatakan kondisi karhutla di Sumatera relatif lebih terkendali karena hujan masih membantu proses penanganan. Namun, pemerintah menghadapi tantangan lebih besar di wilayah Kalimantan.
Karena itu, pemerintah memperkuat armada darat untuk menangani titik kebakaran. Pemerintah juga menambah jumlah helikopter untuk mendukung operasi pemadaman.
Selain itu, pemerintah kembali menjalankan operasi modifikasi cuaca atau OMC. Langkah tersebut bertujuan membantu menghadirkan hujan di wilayah yang membutuhkan.
Pemerintah Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla
Suharyanto menegaskan pemerintah terus memperkuat kerja sama dengan seluruh unsur terkait. Pemerintah ingin mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.
Pemantauan jarak pandang, kondisi penerbangan, kesehatan masyarakat, dan sebaran asap menjadi bagian dari langkah tersebut. Pemerintah akan menyesuaikan penanganan berdasarkan perkembangan kondisi karhutla.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, pemerintah berharap kebakaran dapat segera terkendali. Upaya tersebut juga bertujuan menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi gangguan terhadap aktivitas transportasi.
“Baca Juga: Hidung Tersumbat Saat Pilek? Coba 4 Cara Ini“






