Greenhill Ciwidey – Sedikitnya 21 orang tewas dalam serangan bom di sebuah masjid dalam kompleks kepolisian Kohat, Pakistan.
Serangan tersebut juga melukai 103 orang, menurut laporan terbaru pejabat setempat.
Ledakan terjadi pada Jumat, 18 September 2026, saat jamaah melaksanakan salat Jumat.
Sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak bagian luar kompleks kepolisian di Kohat.
Setelah ledakan, sejumlah pria bersenjata menyerang kompleks tersebut. Polisi kemudian terlibat baku tembak dengan para penyerang.
“Baca Juga: Porsche Masuk Got di Tol Desari, Ini Kronologinya“
Ledakan Terjadi Saat Salat Jumat
Kepala Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, Zulfiqar Hameed, mengatakan sedikitnya tujuh penyerang ikut dalam serangan tersebut.
Pasukan keamanan kemudian menewaskan enam penyerang dalam pertempuran di kompleks tersebut.
Serangan itu juga melibatkan pelaku bom bunuh diri yang membawa kendaraan bermuatan bahan peledak.
Ledakan tersebut meruntuhkan sebagian tembok luar kompleks dan merusak bangunan masjid.
Sebagian besar korban berasal dari polisi dan jamaah yang berada di masjid.
Kompleks tersebut juga menampung unit kepolisian yang menangani operasi antiterorisme.
Aparat Mengakhiri Baku Tembak
Pasukan keamanan menghadapi beberapa penyerang yang bertahan di dalam kompleks setelah ledakan.
Baku tembak tersebut berlangsung hingga aparat mengakhiri pengepungan pada Sabtu.
Selain itu, aparat menemukan sejumlah jenazah penyerang setelah operasi berakhir.
Serangan tersebut membuat polisi meningkatkan pengamanan di sekitar kompleks dan wilayah Kohat.
Sementara itu, petugas penyelamat mengevakuasi korban dari lokasi ledakan.
Foto dan video dari lokasi memperlihatkan puing bangunan serta upaya warga membantu korban.
Belum Ada Kelompok yang Mengaku
Hingga laporan terbaru, belum ada kelompok yang langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pihak berwenang mencurigai kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan atau TTP sebagai salah satu kemungkinan pelaku.
Namun, TTP sebelumnya membantah keterlibatan dalam serangan tersebut.
Karena itu, aparat masih menyelidiki jaringan yang merencanakan dan menjalankan serangan tersebut.
Kekerasan Meningkat di Perbatasan Pakistan-Afghanistan
Serangan Kohat terjadi ketika kekerasan bersenjata meningkat di wilayah barat laut Pakistan.
Kelompok bersenjata semakin sering menyerang polisi dan pasukan keamanan dalam beberapa bulan terakhir.
Sehari sebelumnya, sebuah bom pinggir jalan menewaskan enam tentara di wilayah Hangu.
Pada hari yang sama, pasukan Pakistan juga menewaskan 10 militan dalam beberapa operasi.
Pemerintah Pakistan menuduh kelompok militan memanfaatkan tempat perlindungan di Afghanistan.
Dan Pemerintah Taliban Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan menilai masalah militan sebagai urusan domestik Pakistan.
Pemerintah Pakistan Kecam Serangan
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengecam serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengecam serangan dan meminta aparat mempercepat proses penyelamatan korban.
Serangan Kohat kembali menyoroti tantangan keamanan Pakistan di wilayah dekat perbatasan Afghanistan.
Pemerintah Pakistan kini menghadapi tekanan untuk mencegah serangan serupa di masa mendatang.
“Baca Juga: Leher Berdenyut Kencang, Kenali Tanda Regurgitasi Aorta“





