Greenhill Ciwidey – Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa aksi mahasiswa dan buruh yang berlangsung pada Agustus 2025 murni sebagai upaya menyampaikan aspirasi. Ia meyakini para peserta turun ke jalan bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi sosial dan kebijakan pemerintah.
“Mahasiswa-mahasiswa yang kemarin demo, termasuk para buruh, saya yakin mereka hanya ingin menyampaikan aspirasinya,” ujar Dudung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
“Baca Juga: Kurir Paket Tewas di Aceh Timur, Diduga Jadi Korban Pembunuhan“
Dugaan Adanya Pihak yang Menyusup
Meskipun mengapresiasi niat tulus demonstran, Dudung menduga ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi. Ia menyebut kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah bukanlah ulah murni dari mahasiswa dan buruh, melainkan akibat provokasi dari kelompok perusuh.
“Namun, ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi. Para perusuh ini yang menurut saya tidak bertanggung jawab,” kata Dudung menambahkan. Ia menegaskan bahwa informasi lebih detail mengenai identitas para perusuh ada pada pihak kepolisian.
Kemungkinan Peran Pihak Luar Negeri
Ketika ditanya lebih jauh mengenai siapa aktor di balik kerusuhan, Dudung menyebut kemungkinan adanya peran dari dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, pihak asing bisa saja ikut campur dalam situasi yang sedang panas untuk memperkeruh keadaan.
“Bisa jadi dari dalam, bisa juga dari luar. Namun, detailnya tentu kepolisian yang lebih tahu,” jelasnya.
Latar Belakang Demonstrasi
Gelombang aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025 bermula dari penolakan publik terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI. Kebijakan tersebut memicu protes karena kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit.
Selain itu, pernyataan sejumlah anggota Dewan yang dianggap meremehkan aspirasi rakyat ikut memperburuk suasana. Akhirnya, aksi di berbagai daerah berujung ricuh. Beberapa insiden bahkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum.
Ajakan Menjaga Ketertiban dan Kedamaian
Dudung mengajak seluruh masyarakat, terutama mahasiswa dan buruh, untuk terus menyampaikan aspirasi dengan damai. Ia menilai demokrasi memberikan ruang bagi rakyat untuk bersuara, tetapi aksi harus tetap mengutamakan ketertiban dan keamanan.
“Kita boleh menyampaikan aspirasi dengan keras, boleh juga mengkritik, tetapi jangan sampai merusak. Fasilitas itu milik negara dan dibangun dengan pajak rakyat sendiri,” ucapnya.
Dudung menekankan pentingnya menjaga kondusivitas agar proses demokrasi dan pembangunan tetap berjalan. Ia juga berharap tokoh masyarakat berperan aktif memberikan pemahaman kepada publik agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menimbulkan kekacauan.
Kesimpulan
Pernyataan Dudung menyoroti dua sisi dari aksi demonstrasi yang terjadi. Di satu sisi, ia mengakui hak mahasiswa dan buruh untuk menyampaikan aspirasi. Namun, di sisi lain, ia mengingatkan adanya ancaman dari pihak perusuh yang bisa datang dari dalam maupun luar negeri. Situasi ini menunjukkan bahwa demokrasi perlu dijaga bersama agar tetap sehat, damai, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang ingin merusak stabilitas bangsa.
“Baca Juga: Garmin Tambahkan Google Maps di Smartwatch Khusus Android“






