Greenhill Ciwidey – Sebuah drone milik Rusia menghantam kawasan permukiman di kota Galati, Rumania, pada Kamis malam, 28 Mei 2026. Insiden tersebut terjadi saat Rusia melancarkan serangan ke wilayah Ukraina.
Peristiwa ini menjadi kejadian pertama dalam perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan drone jatuh di daerah padat penduduk Rumania dan menimbulkan korban luka.
Rumania merupakan anggota NATO dan Uni Eropa. Karena itu, insiden tersebut langsung memicu perhatian dari berbagai pihak.
“Baca Juga: KBRI Roma Rayakan Iduladha Bersama WNI“
Ledakan Rusak Gedung Apartemen
Drone menghantam atap sebuah apartemen 10 lantai di Galati. Benturan tersebut memicu ledakan yang cukup besar.
Kementerian Pertahanan Rumania menyebut drone itu merupakan jenis Geran 2 buatan Rusia. Berdasarkan informasi awal, seluruh muatan drone meledak saat menghantam bangunan.
Ledakan kemudian memicu kebakaran di salah satu unit apartemen di lantai atas. Tim penyelamat segera datang ke lokasi untuk menangani situasi.
Selain itu, petugas mengevakuasi puluhan warga demi menghindari risiko yang lebih besar.
Korban Luka dan Puluhan Warga Dievakuasi
Badan tanggap darurat Rumania melaporkan dua orang menerima perawatan medis di lokasi kejadian. Sementara itu, petugas mengevakuasi sekitar 70 warga dari gedung apartemen tersebut.
Menurut laporan media setempat, seorang wanita dan anaknya mengalami luka ringan. Petugas kemudian membawa keduanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Selain itu, dua warga lainnya mengalami serangan panik akibat ledakan tersebut. Tim medis memberikan penanganan langsung di lokasi kejadian.
NATO dan Rumania Kecam Tindakan Rusia
Insiden ini meningkatkan kekhawatiran negara-negara NATO di kawasan Eropa Timur. Banyak pihak khawatir konflik Rusia dan Ukraina semakin mendekati wilayah anggota aliansi.
Juru bicara NATO mengecam tindakan Rusia melalui media sosial. NATO juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan dari berbagai ancaman, termasuk serangan drone.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rumania, Oana Toiu, menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Ia juga meminta percepatan pengiriman sistem pertahanan anti-drone ke Rumania. Selain itu, pemerintah Rumania memanggil duta besar Rusia untuk memberikan penjelasan.
Hingga kini, Kementerian Pertahanan Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Pelanggaran Wilayah Udara Terus Terjadi
Rumania memiliki perbatasan darat sepanjang sekitar 650 kilometer dengan Ukraina. Karena letaknya yang berdekatan, negara itu beberapa kali mengalami gangguan akibat perang yang berlangsung di wilayah tetangga.
Kementerian Pertahanan Rumania mencatat 28 pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia sejak Moskow meningkatkan serangan ke pelabuhan Ukraina di Sungai Danube.
Sebelumnya, pada April 2026, sebuah drone juga jatuh di wilayah Galati. Saat itu, drone merusak tiang listrik dan bangunan milik warga.
Kini, insiden terbaru di Galati menunjukkan bahwa dampak perang Rusia dan Ukraina semakin terasa di wilayah negara-negara yang berbatasan langsung dengan zona konflik.
“Baca Juga: Sperma Masuk Mata Bisa Sebabkan Iritasi dan Infeksi“





