Greenhill Ciwidey – Ribuan orang menggelar aksi unjuk rasa di Tirana, ibu kota Albania. Mereka memprotes buruknya kondisi pendidikan, kenaikan biaya kuliah, dan terbatasnya peluang kerja.
Selain itu, kemarahan masyarakat terhadap pemerintah terus meningkat. Massa yang tergabung dalam gerakan Revolusi Flamingo juga mendesak Perdana Menteri Edi Rama untuk mengundurkan diri.
Para demonstran menyoroti dugaan korupsi dan ketimpangan sosial di negara tersebut. Aksi yang awalnya menyuarakan berbagai tuntutan itu kemudian berkembang menjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan.
“Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga III“
Demonstran Lempar Batu dan Bom Molotov ke Arah Polisi
Melansir Viory, Senin (19/10/2026), para demonstran memenuhi jalanan Tirana sambil mengibarkan bendera Albania. Namun, situasi memanas ketika sejumlah peserta aksi melemparkan batu ke arah polisi.
Massa juga melemparkan bom molotov ke sejumlah lokasi. Aksi tersebut memicu kebakaran dan membuat asap mengepul dari jendela bangunan.
Menanggapi situasi itu, polisi mengerahkan meriam air dan gas air mata. Aparat menggunakan kedua alat tersebut untuk membubarkan massa dan memaksa demonstran mundur.
Meski begitu, ketegangan terus berlanjut. Sejumlah demonstran merusak barikade, menggulingkan tempat sampah, dan melemparkan batu bata ke arah petugas.
Kebakaran Melanda Gedung Kementerian dan Bank
Kerusuhan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Tirana. Api membakar gedung kementerian dan sedikitnya dua lokasi bank.
Salah satu lokasi yang terdampak merupakan cabang Raiffeisen Bank. Selain itu, massa juga membakar kantor Mahkamah Agung Albania.
Peristiwa tersebut memperlihatkan besarnya dampak kerusuhan terhadap fasilitas publik dan bangunan penting. Sementara itu, bentrokan antara demonstran dan polisi terus berlangsung di sejumlah titik.
Tuntutan Pendidikan dan Lapangan Kerja Memicu Protes
Aksi Revolusi Flamingo mencerminkan kemarahan masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Para demonstran menyoroti biaya kuliah yang meningkat serta terbatasnya kesempatan kerja.
Mereka juga mempertanyakan kondisi pendidikan yang dinilai buruk. Di tengah persoalan tersebut, tuduhan dugaan korupsi terhadap pemerintah turut mendorong massa menuntut pengunduran diri Edi Rama.
Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan tanggapan pemerintah Albania terhadap tuntutan tersebut. Situasi kerusuhan dan perkembangan tuntutan demonstran masih menjadi perhatian.
Bentrokan di Tirana menunjukkan bagaimana ketidakpuasan terhadap kebijakan publik dapat memicu demonstrasi besar. Akan tetapi, penyelesaian persoalan pendidikan, lapangan kerja, dan dugaan korupsi membutuhkan tindak lanjut dari pihak terkait.
“Baca Juga: Benarkah Deodoran Picu Kanker Payudara? Cek Faktanya“






