Greenhill Ciwidey – Hamas Menimbang Usulan Gencatan Senjata: Negosiator Hamas meninjau dengan seksama proposal gencatan senjata yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mereka menilai dokumen tersebut dengan itikad baik sebelum memberikan tanggapan resmi. Kelanjutan dari rencana ini sangat bergantung pada sikap Hamas.
Isi Proposal Gencatan Senjata
Dukungan dari Negara Arab dan Muslim
Sejumlah negara Arab dan Muslim memberikan dukungan terhadap proposal tersebut. Para menteri luar negeri dari Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Turki, Arab Saudi, dan Mesir mengeluarkan pernyataan bersama pada Senin 29 September 2025. Mereka menyebut usulan Trump sebagai upaya tulus untuk mengakhiri perang di Gaza. Dukungan tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap Hamas untuk merespons secara hati-hati.
Hamas Menilai Rencana Bias terhadap Israel
Meski mendapat dukungan luas, Hamas menilai isi proposal cenderung menguntungkan Israel.
Tantangan Bagi Hamas dalam Memberikan Respons
Hamas belum memberikan tanggapan resmi pada Selasa. Mereka menghadapi dilema besar karena penolakan langsung dapat menimbulkan perselisihan dengan negara-negara Arab dan Muslim yang mendukung proposal tersebut. Namun, penerimaan penuh juga dapat melemahkan posisi mereka di hadapan rakyat Palestina. Situasi ini membuat keputusan Hamas sangat menentukan arah konflik di Gaza.
Sejarah Usulan Gencatan Senjata Sebelumnya
Banyak poin dalam rencana Trump serupa dengan usulan gencatan senjata yang muncul dalam dua tahun terakhir.
Hal itu menunjukkan betapa sulitnya mencapai titik temu dalam konflik berkepanjangan ini. Karena itu, dunia internasional memantau dengan ketat bagaimana Hamas akan menanggapi kali ini.
Penutup: Hamas Menimbang Usulan Gencatan Senjata
Proposal gencatan senjata dari Presiden Donald Trump menambah dinamika baru dalam konflik Gaza. Dukungan luas dari negara Arab dan Muslim menegaskan pentingnya langkah serius menuju perdamaian. Namun, penilaian Hamas yang menganggap rencana itu bias terhadap Israel menimbulkan keraguan. Dunia kini menunggu apakah Hamas akan membuka jalan menuju penyelesaian atau tetap bertahan dengan sikap keras.






