
Greenhill Ciwidey – Jerman meningkatkan dukungan militernya untuk Ukraina melalui pembiayaan paket senjata senilai 150 juta euro. Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menyampaikan rencana tersebut dalam sebuah pernyataan resmi. Ia memastikan pemerintah Jerman tetap mendukung Ukraina di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia.
Ia menjelaskan bahwa pembiayaan ini masuk dalam skema Prioritised Ukraine Requirements List atau PURL. Skema ini membantu negara-negara sekutu menyalurkan bantuan militer secara lebih terstruktur. Pistorius menilai PURL memberi kejelasan terhadap aliran bantuan yang dibutuhkan Ukraina.
“Baca Juga: BPOM Bongkar Gudang Obat Ilegal di Jakarta Barat“
PURL Hadir untuk Perkuat Komitmen Sekutu
PURL muncul pada Juli setelah Sekjen NATO, Mark Rutte, dan Presiden AS, Donald Trump, meluncurkan inisiatif tersebut. Kedua pemimpin meminta Eropa meningkatkan kontribusi terhadap keamanan Ukraina. Mereka ingin Eropa mengambil tanggung jawab lebih besar dalam dukungan militer jangka panjang.
PURL melibatkan 17 negara sekutu dalam pembelian senjata buatan AS. Setiap negara membeli perlengkapan dan mengalirkannya langsung ke Ukraina. Mekanisme ini memastikan aliran dukungan mematikan dan tidak mematikan berlangsung konsisten. Bantuan tersebut termasuk sistem pertahanan udara yang sangat dibutuhkan Ukraina.
Eropa dan Kanada Pegang Peran Lebih Besar
Skema PURL menjadi alat penting untuk mewujudkan komitmen Eropa dan Kanada dalam membantu Ukraina. Kedua kawasan tersebut kini memikul bagian lebih besar dalam dukungan keamanan. Hal ini terjadi karena Ukraina terus menghadapi serangan Rusia dalam skala penuh.
PURL juga membantu membagi beban bantuan di antara sekutu. Negara-negara pendukung dapat memperkirakan kebutuhan Ukraina dengan lebih tepat. Pistorius menyebut PURL memperkuat koordinasi antarsekutu dalam memberikan perlengkapan militer yang sesuai.
Bantuan Barat Menurun, Jerman Tingkatkan Anggaran
Data Kiel Institute Jerman menunjukkan penurunan bantuan militer Barat kepada Ukraina sebesar 43 persen. Penurunan itu terjadi pada Juli dan Agustus. Data tersebut membandingkan nilai bantuan dengan paruh pertama tahun ini. Lembaga itu terus mengamati dukungan pertahanan dan keuangan untuk Kyiv.
Namun Jerman justru memperbesar kontribusinya pada 2026. Pistorius mengatakan parlemen Jerman menyetujui anggaran sebesar 11,5 miliar euro untuk Ukraina tahun depan. Angka tersebut meningkat sekitar 3 miliar euro dari anggaran sebelumnya. Ia menyampaikan informasi tersebut melalui unggahan di Instagram.
Jerman Fokus pada Sistem Pertahanan Udara
Jerman membeli beberapa sistem senjata dari AS melalui skema PURL. Senjata tersebut termasuk sistem pertahanan udara dan rudal Patriot. Kedua jenis senjata itu sangat penting bagi Ukraina dalam menghadapi serangan udara Rusia. Pistorius menilai Ukraina membutuhkan perlindungan udara yang lebih kuat.
Meskipun begitu, Pistorius tidak menanggapi isu mengenai rudal jelajah Taurus. Banyak pihak mempertanyakan apakah Jerman akan memasok rudal tersebut. Namun Pistorius memilih tidak memberikan jawaban terkait hal itu.
Jerman Tegaskan Dukungan Jangka Panjang
Pistorius menegaskan bahwa Jerman akan menjaga komitmen jangka panjang terhadap Ukraina. Ia mengatakan bahwa bantuan harus terus mengalir meski situasi global berubah. Ia menilai dukungan internasional sangat penting agar Ukraina dapat mempertahankan wilayahnya.
Ia juga meminta negara sekutu menjaga koordinasi dalam skema PURL. Ia yakin kolaborasi yang kuat dapat memberikan hasil nyata bagi pertahanan Ukraina.
“Baca Juga: BPOM Bongkar Gudang Obat Ilegal di Jakarta Barat“





