Greenhill Ciwidey – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur menggeledah kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Senin, 10 November 2025.
Langkah ini dilakukan untuk menyelidiki dugaan korupsi dalam proyek pengadaan mesin jahit tahun 2022 hingga 2024.
Tim penyidik juga memeriksa ruangan di kantor Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur.
Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jakarta Timur, Adri Eddyanto Pontoh, penggeledahan ini berkaitan dengan penggunaan anggaran proyek pengadaan mesin jahit.
Ia menyebut nilai proyek tersebut mencapai lebih dari Rp9 miliar.
Tim kejaksaan menilai perlu adanya penelusuran lebih lanjut terhadap penggunaan dana tersebut.
“Baca Juga: DPR Soroti Vonis 14 Bulan untuk Penabrak Mahasiswa UGM“
Kejari Lakukan Penggeledahan di Dua Lokasi
Adri menjelaskan bahwa tim penyidik menggeledah dua lokasi, yaitu di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Mereka memilih kedua lokasi itu karena lokasi tersebut berhubungan langsung dengan proses pengadaan dan distribusi mesin jahit.
Ia menegaskan bahwa tim menjalankan penggeledahan berdasarkan izin dari pengadilan.
Tindakan ini memperkuat proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Untuk kepentingan penyelidikan, kami melakukan penggeledahan di dua tempat,” ujar Adri kepada wartawan.
Ia menambahkan, kantor di Jakarta Timur menjadi fokus utama, sementara di Jakarta Utara menjadi lokasi distributor proyek tersebut.
Fokus Kasus Pengadaan Mesin Jahit
Kasus dugaan korupsi ini melibatkan proyek pengadaan mesin jahit yang mencakup seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
Proyek tersebut dijalankan oleh Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Namun, berdasarkan hasil penyelidikan awal, terdapat indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan dan pendistribusian barang.
Kejari Jakarta Timur kini mengumpulkan bukti berupa dokumen dan data kontrak pengadaan.
Penyidik juga memeriksa sejumlah pejabat dan pihak swasta yang terlibat dalam proyek tersebut.
Adri memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu secara profesional dan transparan.
Kejaksaan Tegaskan Komitmen Ungkap Kasus
Pemeriksaan Akan Terus Berlanjut
Kesimpulan
Kasus dugaan korupsi proyek mesin jahit di Jakarta Timur menjadi perhatian publik.
Dengan nilai proyek mencapai miliaran rupiah, penyelidikan Kejari diharapkan mampu membuka seluruh fakta.
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen penegak hukum dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan dana publik.
“Baca Juga: Komisi Yudisial Telusuri Kebakaran Rumah Hakim PN Medan“






