Ratusan mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus menggelar aksi di depan kantor Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/9/2025) sore. Mereka mulai berkumpul sekitar pukul 15.00 WITA di Jalan Masjid Raya, Sungguminasa. Aksi ini berlangsung tertib meskipun mengusung isu serius terkait peristiwa kericuhan demonstrasi beberapa hari sebelumnya di Jakarta dan Makassar yang menelan korban jiwa.
Dalam orasinya, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Nawir, menyampaikan tuntutan agar pemerintah menjadikan tragedi tersebut sebagai pelajaran penting. Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan transparansi serta langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Aksi Solidaritas Lewat Seporsi Bakso
Di tengah jalannya aksi, Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman melakukan hal yang cukup mengejutkan. Ia mengajak para mahasiswa untuk makan bakso bersama polisi di sekitar lokasi. “Ayo adik-adik yang ingin makan bakso silakan, mari kita makan bakso bersama-sama,” ujarnya sambil tersenyum.
Ajakan tersebut langsung disambut hangat oleh para mahasiswa. Suasana yang sebelumnya tegang berubah menjadi lebih cair. Polisi dan mahasiswa terlihat duduk bersama di sekitar pedagang bakso keliling yang berjualan di depan kantor bupati.
Pedagang Bakso Ikut Kebanjiran Rezeki
Kehadiran ratusan mahasiswa dan aparat kepolisian yang makan bakso bersama memberi berkah tersendiri bagi pedagang kaki lima. Penjual bakso keliling di lokasi aksi mengaku dagangannya ludes dalam waktu singkat. Banyak peserta aksi maupun aparat membeli mangkuk demi mangkuk, sehingga suasana unjuk rasa berubah menjadi lebih ramah.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana aksi masyarakat bisa berjalan damai tanpa harus menimbulkan kericuhan. Momen sederhana seperti makan bakso bersama bahkan bisa menjadi simbol kebersamaan di tengah perbedaan.
Longmarch Menuju Gedung DPRD Gowa
Setelah menyampaikan aspirasi di depan kantor Bupati Gowa, massa aksi melanjutkan perjalanan dengan longmarch menuju Gedung DPRD Kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi awal. Mereka tetap berjalan tertib sambil membawa spanduk berisi tuntutan perbaikan kebijakan pemerintah.
Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian protes masyarakat sipil yang menuntut keadilan atas korban jiwa dalam demonstrasi nasional akhir Agustus 2025. Mahasiswa berharap pemerintah lebih mendengar suara rakyat dan meninjau ulang kebijakan yang memicu keresahan publik.
Pesan Damai dari Gowa
Momen kebersamaan mahasiswa dan polisi di Gowa menuai banyak pujian di media sosial. Banyak warganet menilai aksi makan bakso bersama menunjukkan bahwa perbedaan pendapat bisa disampaikan tanpa kekerasan.
Kebersamaan sederhana ini memberi pesan bahwa dialog dan solidaritas bisa menjadi jalan tengah dalam menyuarakan aspirasi rakyat.






