Greenhill Ciwidey – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Prof Marwan, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Aceh tetap aman dan damai.
Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Masjid Raya Baiturrahman, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, setiap warga memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan suasana kondusif di daerah masing-masing.
“Baca Juga: Zulkarnaen Aprilantony Divonis 7 Tahun Kasus Situs Judol“
Pentingnya Menjaga Hasil Pembangunan
Prof Marwan menilai pembangunan di Aceh masih memiliki banyak kekurangan.
Namun, ia menekankan bahwa masyarakat harus memperbaikinya bersama melalui cara yang bijak.
“Jangan sampai semua yang sudah kita bangun selama ini justru rusak karena ulah segelintir orang,” ucapnya.
Ia menambahkan, kerusakan atas hasil pembangunan akan merugikan seluruh masyarakat Aceh, bukan hanya kelompok tertentu.
Demonstrasi Boleh, Tapi Jangan Ricuh
Prof Marwan menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak masyarakat.
Warga boleh menyampaikan aspirasi, namun mereka tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
Menurutnya, aksi yang anarkis hanya akan mencederai suasana damai yang selama ini dijaga dengan susah payah.
Ia berharap mahasiswa dan masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan cara yang tertib tanpa menimbulkan kekacauan.
Peran Kampus dalam Menjaga Stabilitas
USK berusaha menjadi ruang diskusi yang sehat bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan.
Prof Marwan mengatakan bahwa pihak kampus selalu berkoordinasi dengan fakultas hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Ia menilai, kampus memiliki peran strategis untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan ketertiban sosial.
Harapan untuk Masa Depan Aceh
Prof Marwan berharap masyarakat Aceh tetap bersatu menjaga kedamaian.
Ia mengingatkan bahwa keamanan menjadi syarat utama untuk melanjutkan pembangunan di segala bidang.
Dengan suasana yang stabil, pemerintah dan masyarakat dapat fokus memperbaiki kekurangan yang masih ada.
Ia menutup dengan pesan agar semua pihak mengutamakan kepentingan bersama demi masa depan Aceh yang lebih baik.
“Baca Juga: Warganet Malaysia Ramai Pesan Makanan untuk Ojol RI“






