Greenhill Ciwidey – Rusia mengklaim telah menyerang sejumlah infrastruktur logistik Ukraina menggunakan drone. Moskow menyebut Jembatan Utara di Kiev sebagai salah satu sasaran serangan tersebut.
Jembatan itu melintasi Sungai Dnieper dan memiliki panjang sekitar 800 meter. Rusia mengeklaim Ukraina menggunakan jembatan tersebut untuk mendukung pergerakan pasukan dan logistik.
Namun, informasi mengenai tujuan serangan tersebut berasal dari pernyataan Rusia. Pihak Ukraina mengonfirmasi kerusakan pada jembatan, tetapi tidak mengonfirmasi seluruh klaim Moskow.
“Baca Juga: Bank Sumsel Babel Salurkan CSR Rp350 Juta untuk Operasi Mata“
Serangan Drone Mengganggu Lalu Lintas Kiev
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan drone terjadi pada malam hari. Moskow mengatakan serangan tersebut menghantam Jembatan Utara pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Rusia mengeklaim jembatan itu membantu Ukraina mengangkut perlengkapan militer. Serangan tersebut kemudian mengganggu aktivitas lalu lintas di Kiev.
Wali Kota Kiev Vitaly Klitschko mengonfirmasi serangan terhadap Jembatan Utara. Ia mengatakan serangan merusak permukaan jalan dan jaringan listrik bus.
Pemerintah kota kemudian menghentikan lalu lintas pada jembatan tersebut. Selain itu, sejumlah video media Ukraina memperlihatkan kemacetan panjang setelah serangan.
Rusia Juga Klaim Serang Pusat Logistik
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut drone mereka juga menyerang pusat logistik di Gostomel, wilayah Kiev.
Moskow mengeklaim lokasi tersebut menyimpan berbagai perlengkapan militer Ukraina. Namun, informasi mengenai tingkat kerusakan fasilitas tersebut belum tersedia secara independen.
Rusia juga menyebut sebuah kapal kargo sebagai sasaran serangan. Kapal tersebut membawa peralatan yang dapat digunakan untuk kebutuhan sipil maupun militer.
Menurut Moskow, kapal itu berlayar menuju Odessa melalui bagian barat laut Laut Hitam. Rusia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai dampak serangan tersebut.
Jembatan Pivdennyi Sebelumnya Mengalami Serangan
Serangan terhadap Jembatan Utara terjadi setelah Rusia menargetkan Jembatan Pivdennyi di Kiev.
Rusia mengeklaim jembatan tersebut mendukung pergerakan pasukan dan pengiriman logistik Ukraina. Moskow mengaitkan jalur tersebut dengan unit Ukraina yang bertempur di Donbass.
Media Ukraina Strana.ua mengutip seorang pejabat setempat mengenai pentingnya jembatan tersebut. Pejabat itu menyebut Jembatan Pivdennyi menangani sebagian besar lalu lintas transit.
Karena itu, kerusakan berkepanjangan pada sejumlah jembatan dapat mengganggu mobilitas warga. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi distribusi barang di Kiev.
Ukraina Pertimbangkan Feri dan Jembatan Ponton
Anggota parlemen Ukraina Vladimir Kreidenko mengatakan pemerintah mempertimbangkan jalur alternatif.
Pemerintah dapat menggunakan feri dan penyeberangan ponton jika kerusakan jembatan berlangsung lama. Langkah tersebut bertujuan menjaga konektivitas antara kedua sisi Sungai Dnieper.
Kiev memiliki sejumlah jembatan jalan dan jalur kereta yang menghubungkan kedua sisi sungai. Infrastruktur tersebut mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Selain itu, kedua pihak juga menganggap jaringan transportasi tersebut memiliki nilai strategis. Jalur tersebut dapat mendukung pergerakan personel dan logistik selama perang.
Rusia Tingkatkan Serangan terhadap Infrastruktur Strategis
Rusia dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan terhadap berbagai sasaran strategis Ukraina.
Moskow menyebut serangan tersebut sebagai respons terhadap serangan jarak jauh Ukraina ke wilayah Rusia. Ukraina sebelumnya menargetkan sejumlah fasilitas energi dan infrastruktur Rusia.
Karena itu, kedua pihak semakin sering menyerang infrastruktur yang memiliki nilai strategis. Sasaran tersebut mencakup jalur transportasi, fasilitas energi, pusat logistik, dan industri pertahanan.
Dampak jangka panjang serangan terhadap jembatan Kiev masih belum jelas. Kondisi tersebut akan bergantung pada tingkat kerusakan dan kemampuan Ukraina menggunakan jalur alternatif.
“Baca Juga: Bank Sumsel Babel Salurkan CSR Rp350 Juta untuk Operasi Mata“






