Greenhill Ciwidey – Kecelakaan besar terjadi di negara bagian Sikkim, India timur laut.
Sebagian terowongan yang masih dalam tahap pembangunan runtuh pada Senin, 20 Juli 2026.
Ledakan gas memicu insiden tersebut.
Akibatnya, sedikitnya 12 pekerja meninggal dunia.
Selain itu, tim penyelamat masih mencari 13 pekerja yang diduga terjebak di dalam terowongan.
Pasukan Tanggap Bencana Nasional India (NDRF) menyebut lokasi runtuh berada sekitar 1,5 kilometer dari pintu masuk terowongan.
“Baca Juga: Yusril: Abdul Karim Miqdad Tinggal di Indonesia 3 Tahun“
Ledakan Metana Diduga Menjadi Penyebab Utama
Terowongan tersebut menjadi bagian dari proyek pembangkit listrik tenaga air.
Proyek itu mengalirkan air dari Sungai Teesta menuju turbin pembangkit listrik.
Perusahaan Listrik Tenaga Air Nasional India (NHPC) mengembangkan proyek tersebut.
NHPC menjelaskan bahwa gas metana yang terperangkap di dalam batuan diduga memicu ledakan.
Ledakan kemudian menghasilkan asap tebal dan gas beracun di dalam terowongan.
Pemerintah Sikkim juga menyampaikan penjelasan serupa.
Menurut pemerintah daerah, pembakaran gas metana menyebabkan runtuhnya sebagian terowongan.
Para ahli menjelaskan bahwa gas metana sering terjebak di bawah permukaan tanah.
Saat proses penggalian melepaskan gas tersebut, percikan api dapat memicu ledakan di ruang tertutup.
Sebanyak 25 Pekerja Terjebak Setelah Ledakan
Saat kecelakaan terjadi, sebanyak 27 pekerja berada di berbagai titik di dalam terowongan.
Dua pekerja berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah ledakan.
Sementara itu, 25 pekerja lainnya terjebak di dalam terowongan.
Kepala Kepolisian Sikkim, Sonam D. Bhutia, mengatakan tim penyelamat telah menemukan 12 korban meninggal.
Petugas kini terus berupaya menemukan 13 pekerja yang masih hilang.
Operasi penyelamatan berlangsung tanpa henti sejak hari pertama kejadian.
Tim Penyelamat Fokus Mencari Korban yang Masih Hilang
Petugas NDRF memusatkan pencarian di area sepanjang sekitar 200 meter.
Tim meyakini para korban yang belum ditemukan berada di zona tersebut.
Selain personel penyelamat, sejumlah alat berat juga mendukung proses evakuasi.
Namun, kondisi di dalam terowongan membuat operasi berjalan dengan penuh kehati-hatian.
Tim harus menghadapi sisa gas berbahaya dan material runtuhan yang menutup akses menuju lokasi korban.
Polisi Identifikasi Korban dari Berbagai Daerah
Polisi telah mengidentifikasi tujuh korban meninggal.
Salah satu korban berasal dari Sikkim.
Sementara itu, korban lainnya merupakan pekerja migran dari Benggala Barat, Uttarakhand, dan Assam.
Pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan jenazah.
Pemeriksaan tersebut akan membantu memastikan penyebab pasti kematian setiap korban.
Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Khusus
Menteri Utama Sikkim, Prem Singh Tamang, langsung membentuk tim investigasi khusus.
Tim tersebut akan menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh.
Pemerintah juga melibatkan para ahli untuk mendukung proses penyelidikan.
Prem Singh Tamang menegaskan bahwa pemerintah ingin mengetahui penyebab pasti ledakan.
Ia juga memastikan pemerintah akan mengambil langkah sesuai hasil penyelidikan.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap 13 pekerja yang masih hilang terus berlangsung.
Petugas berharap seluruh korban dapat segera ditemukan agar proses evakuasi dan penyelidikan berjalan lebih cepat.
“Baca Juga: 10 Tips Anti-Aging Ala Ade Rai agar Tetap Bugar di Usia Tua“






