Greenhill Ciwidey – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, pada Senin (20/10/2025) siang.
Aksi ini bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
BEM SI membawa 17 tuntutan dalam aksi tersebut. Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muzammil Ihsan, menyatakan bahwa mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih.
“Baca Juga: Perkuat Perlindungan Pekerja Migran: Puan Mendesak Pemerintah“
Desakan Copot Menteri yang Dinilai Bermasalah
Muzammil menegaskan bahwa BEM SI menuntut Presiden Prabowo segera mencopot beberapa menteri yang gagal menjalankan tugas.
Selain itu, ia menilai Presiden perlu mengevaluasi secara menyeluruh kinerja Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ESDM, Menteri HAM, dan Menteri Kehutanan.
Lebih lanjut, Muzammil menjelaskan bahwa para menteri tersebut kurang melindungi lingkungan dan mengabaikan pengelolaan sumber daya alam yang seharusnya berpihak pada rakyat.
Ia juga menilai para menteri itu tidak menegakkan hak asasi manusia secara konsisten.
Oleh karena itu, BEM SI menilai bahwa kondisi tersebut menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam menjaga kepentingan rakyat dan mewujudkan keadilan sosial. Dengan demikian, mereka mendesak Presiden untuk melakukan evaluasi total terhadap Kabinet Merah Putih demi memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Tuntutan BEM SI untuk Pemerintah dan DPR
Selain mengevaluasi kabinet, massa BEM SI juga menyoroti berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat.
Mereka menolak seluruh pasal dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) yang merugikan rakyat, lingkungan, dan demokrasi.
Massa aksi juga menuntut agar proses pembuatan undang-undang berjalan transparan dan melibatkan masyarakat.
Menurut mereka, keterlibatan publik adalah kunci untuk memastikan kebijakan sesuai kebutuhan rakyat.
17 Tuntutan yang Dibawa Massa Aksi
Berikut 17 tuntutan resmi yang disuarakan oleh BEM SI dalam aksi kali ini:
-
Evaluasi total program MBG.
-
Bebaskan seluruh tahanan masa aksi.
-
Hentikan intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap rakyat.
-
Evaluasi total Kabinet Merah Putih dan copot menteri bermasalah.
-
Lakukan reformasi menyeluruh pada lembaga legislatif.
-
Evaluasi sistem pendidikan nasional dan realisasikan 20% APBN untuk pendidikan.
-
Berikan jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.
-
Evaluasi anggaran pertahanan dan keamanan negara.
-
Bubarkan komando teritorial.
-
Tolak pasal bermasalah dalam RUU yang tidak pro-rakyat.
-
Kuatkan implementasi UU TPKS dan pendidikan moral untuk mencegah kekerasan seksual.
-
Sahkan RUU pro-rakyat seperti RUU Perampasan Aset, PPRT, dan Masyarakat Hukum Adat.
-
Hentikan eksploitasi tambang yang merusak lingkungan.
-
Tolak proyek food estate dan wujudkan kedaulatan pangan.
-
Putuskan hubungan diplomatik dengan negara yang menolak kemerdekaan Palestina dan tolak atlet Israel ke Indonesia.
-
Berikan edukasi menyeluruh sebelum penerapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
-
Lakukan pengawasan ketat terhadap program koperasi desa.
Situasi Lapangan dan Kondisi Terkini
Aksi dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB, tetapi hingga pukul 13.30 WIB massa aksi belum tiba di lokasi.
Petugas di lapangan memantau bahwa kendaraan masih melintas di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Pihak kepolisian juga belum menutup ruas jalan di sekitar Patung Kuda.
Aksi ini menjadi perhatian publik karena bertepatan dengan momentum satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
BEM SI menegaskan bahwa tuntutan mereka bertujuan untuk mengingatkan pemerintah agar tetap berpihak kepada rakyat dan menjaga keadilan sosial.
“Baca Juga: Remaja Cilincing Bunuh Bocah karena Dendam Utang“






