Greenhill Ciwidey – Jet Tempur Tejas Jatuh: Insiden tragis terjadi pada Jumat, 21 November 2025, di ajang Dubai Airshow. Jet tempur Tejas milik Angkatan Udara India jatuh saat melakukan manuver udara. Peristiwa yang terjadi pukul 14.08 waktu setempat itu menewaskan sang pilot. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak karena Tejas memiliki catatan keselamatan yang hampir sempurna.
“Baca Juga: Pedagang Seblak di Jaksel Ditodong Parang dan Kehilangan HP“
Kronologi Jatuhnya Jet Tempur Tejas
Jet Tejas tampil memukau sebelum kehilangan kendali. Jet itu terlihat menukik tajam dan jatuh ke tanah, lalu menghasilkan asap hitam tebal. Angkatan Udara India langsung mengonfirmasi kematian pilot setelah kecelakaan.
Insiden ini menjadi kecelakaan kedua dalam 24 tahun sejarah Tejas. Kejadian ini juga muncul sehari setelah pemerintah India membantah kabar viral mengenai kebocoran oli pada pesawat Tejas Mk1.
Manuver Barrel Roll Jadi Sorotan Para Ahli
Para ahli mulai menganalisis detik-detik terakhir sebelum jet jatuh. Mereka menyebut pilot sedang melakukan manuver barrel roll. Manuver ini membuat jet berputar penuh pada sumbu longitudinal sebelum kembali ke posisi tegak.
Selain itu, manuver ini menempatkan pilot dalam posisi terbalik untuk beberapa detik. Meskipun tidak termasuk manuver paling rumit, barrel roll tetap menuntut perhitungan tepat.
Pada hari kejadian, jet Tejas tampak mulai naik, kemudian terbalik, lalu turun kembali. Jet seharusnya kembali menanjak setelah putaran selesai. Namun jet itu tidak berhasil naik kembali.
Dua Faktor Utama yang Diduga Menjadi Penyebab
Para ahli mengungkap dua faktor yang mungkin menyebabkan kecelakaan:
1. Ketinggian Terlalu Rendah
Jet diduga berada terlalu dekat dengan tanah saat melakukan putaran. Ketinggian yang terlalu rendah menyulitkan pilot menarik jet kembali ke atas.
2. Kecepatan Tidak Cukup
Selain itu, jet kemungkinan tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menyelesaikan manuver. Jet membutuhkan tenaga besar untuk kembali menanjak setelah posisi terbalik.
Dengan risiko tinggi pada kecepatan tinggi, sedikit kesalahan dapat menyebabkan akibat fatal.
Dugaan Lain: Mesin Mengalami Flameout
Beberapa ahli juga menyoroti kemungkinan mesin mati mendadak. Engine flameout dapat terjadi saat mesin kehilangan tenaga secara tiba-tiba. Hal itu dapat membuat jet tidak mampu menambah kecepatan atau menanjak kembali.
Namun Angkatan Udara India belum mengumumkan penyebab resmi. Investigasi masih berlangsung untuk memastikan faktor sebenarnya.
Tejas: Jet Tempur Lokal Berteknologi Campuran
Tejas merupakan jet tempur ringan buatan India. Hindustan Aeronautics Limited yang berkantor di Bengaluru memproduksi pesawat ini. India memulai operasi Tejas sekitar 24 tahun lalu. Jet ini membantu memperkuat kekuatan udara India.
Namun mesin Tejas berasal dari General Electric Amerika Serikat. Penggunaan mesin luar negeri menjadi bagian penting dalam desain pesawat ini.
Peran Penting Tejas di Angkatan Udara India
Tejas memegang peran penting bagi Angkatan Udara India. India mengandalkan jet ini setelah mereka menonaktifkan seluruh armada MiG-21. Tejas menjadi tulang punggung skuadron tempur yang mulai berkurang.
Kecelakaan ini menimbulkan perhatian besar bagi publik dan pemerhati militer. Banyak pihak menunggu hasil investigasi untuk memastikan apakah insiden disebabkan faktor teknis, kesalahan manuver, atau masalah mesin.
Jet Tempur Tejas Jatuh: Investigasi Akan Tentukan Penyebab Final
Insiden jatuhnya Tejas di Dubai Airshow membawa duka mendalam. Para ahli menilai kecelakaan ini mungkin melibatkan kombinasi kecepatan rendah, ketinggian rendah, atau masalah mesin. Investigasi resmi diharapkan memberi jawaban pasti agar insiden serupa tidak terjadi lagi.
“Baca Juga: DKI Tebang 163 Pohon Berbahaya untuk Cegah Insiden Tumbang“






