Beranda / Berita / Kejagung Dalami Pengajuan JC Tersangka Korupsi MBG

Kejagung Dalami Pengajuan JC Tersangka Korupsi MBG

Kejagung Dalami Pengajuan JC Tersangka Korupsi MBG

Greenhill Ciwidey – Kejaksaan Agung terus mendalami kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026. Dalam perkembangan terbaru, penyidik menerima pengajuan Justice Collaborator (JC) dari mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan tim penyidik saat ini masih mempelajari permohonan tersebut.

Penyidik telah menerima surat pengajuan dari pihak Sony Sonjaya. Namun, tim masih melakukan kajian sebelum mengambil keputusan.

Menurut Syarief, proses penelaahan membutuhkan waktu karena penyidik harus mencocokkan berbagai bukti yang telah dikumpulkan.

“Baca Juga: Kortas Tipikor Geledah Wika, Usut Korupsi PG Assembagoes“

Penyidik Periksa Bukti dan Peran Sony Sonjaya

Penyidik tidak langsung menerima atau menolak pengajuan Justice Collaborator. Tim harus memastikan terlebih dahulu peran Sony dalam perkara tersebut.

Karena itu, penyidik meneliti seluruh alat bukti yang tersedia. Tim juga mendalami keterangan saksi dan dokumen yang telah diperoleh selama proses penyidikan.

Syarief menjelaskan bahwa belum ada batas waktu khusus untuk menyelesaikan kajian tersebut. Penyidik akan mengambil keputusan setelah seluruh data dan bukti dianalisis secara menyeluruh.

Langkah itu bertujuan agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kuasa Hukum Sebut Sony Bersikap Kooperatif

Sebelumnya, Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator melalui tim kuasa hukumnya.

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyerahkan surat pengajuan tersebut kepada Kejaksaan Agung pada Senin, 8 Juni 2026.

Krisna menegaskan bahwa pengajuan itu bukan upaya untuk menghindari proses hukum. Sebaliknya, Sony ingin menunjukkan sikap kooperatif selama penyidikan berlangsung.

Menurut Krisna, kliennya siap membantu penyidik mengungkap pihak-pihak lain yang memiliki peran lebih besar dalam kasus tersebut.

Dugaan Keterlibatan Sejumlah Nama Besar

Krisna juga mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus korupsi program MBG.

Ia menyebut sekitar 20 nama memiliki dugaan keterkaitan dengan perkara tersebut. Namun, ia belum menjelaskan identitas maupun peran masing-masing pihak.

Pernyataan tersebut semakin menarik perhatian publik terhadap proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Kejaksaan Agung belum mengungkap keterangan lebih lanjut terkait nama-nama yang Krisna sebutkan.

Keputusan Masih Menunggu Hasil Kajian

Saat ini, penyidik fokus menelaah permohonan Justice Collaborator yang diajukan Sony Sonjaya.

Selain itu, tim juga terus mengumpulkan dan menguji bukti untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.

Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar bagi Kejaksaan Agung untuk menentukan apakah status Justice Collaborator dapat diberikan kepada Sony Sonjaya atau tidak.

Sementara itu, proses penyidikan dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis masih terus berjalan.

“Baca Juga: Strategi Baru Lawan Malaria, Fokus pada Pencegahan“

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot777 PGSoft vs Pragmatic Play Siapa Raja Slot Online Tahun Ini 7 Game PGSoft Paling Populer dari Mahjong Ways hingga Wild Bandito Gate of Olympus vs Mahjong Ways Duel Slot Legendaris yang Wajib Kamu Tahu Rahasia Grafis Mewah PGSoft yang Bikin Pemain Betah Berlama lama 10 Game Pragmatic Play dengan Fitur Bonus Paling Menggila RTP Volatilitas Dan Gaya main Panduan Lengkap PGSoft Pragmatic Sweet Bonanza sampai Starlight Princess Evolusi Game Pragmatic yang Tak Pernah Sepi PGSoft untuk Pemula Cara Memilih Game Sesuai Gaya Main 5 Slot Pragmatic yang Cocok untuk Main Santai Tanpa Ribet Masa Depan Slot Online Inovasi PGSoft dan Pragmatic Play di 2026 Bukan Cuma Jackpot 7 Alasan Slot PGSoft Pragmatic Play Bikin Nagih Dari Scatter ke Free Spin Bedah Mekanisme Bonus PGSoft vs Pragmatic Play 5 Mitos Slot Online yang Sering Bikin Pemain Salah Paham PANDUAN Main Di HP pgsoft Atau Pragmatic Yang Lebih Nyaman Jam RTP atau Keberuntungan Menakar Pola Main di Dua Provider Raksasa 7 Slot Bertema Petualangan Terbaik dari PGSoft dan Pragmatic Play Ketika Grafis Ketemu Matematika Rahasia Slot yang Enak Dimainkan Duel Provider 2026 Inovasi Fitur yang Bakal Jadi Tren Slot Berikutnya Dari Klasik sampai Megaways Evolusi Gaya Slot Pragmatic Play Checklist Sebelum Main 8 Hal Wajib Dilihat di Slot PGSoft Pragmatic TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT Integrasi Vision Transformers OpenAI Akselerasi Simulasi Probabilitas Multi Reel Terobosan Arsitektur Sora Generatif Game Gulungan Daring Starlight Princess Implementasi DeepSeek V3 Mekanisme Paylines Dinamis Gates of Olympus Sinergi Komputasi Kuantum Google Quantum AI Sinyal Pembayaran Sugar Rush 1000 Model Bahasa Penalaran Claude 3 5 Sonnet Struktur Kerapatan Scatter Mahjong Ways Pemrosesan Neural Network NVIDIA Blackwell Dinamika Cascading Lucky Neko Pemanfaatan Model Difusi Runway Gen 3 Sticky Wild Wild West Gold Riset Terapan xAI Grok 2 Lonjakan Frekuensi Multiplier Mahjong Ways 2 Algoritma Deep Reinforcement Learning DeepMind Stabilitas Tumble Sweet Bonanza Penerapan Sistem Inferensi Meta LLaMA 3 3 Paylines Wild Bounty Showdown Transformasi Model Matematika Anthropic Ritme Transisi Starlight Princess 1000 Adopsi Jaringan Sparse Autoencoder MIT Distribusi Gates of Olympus 1000 Terobosan Komputasi Kognitif Microsoft Copilot Anomali Mahjong Wins 3 Analisis Prediktif AI Kausal OpenAI Fluktuasi Simbol Fruit Party Pemanfaatan Framework Qwen 2 5 Alibaba Cloud Titik Jenuh Buffalo King Megaways Eksplorasi Model Prediksi Dinamis Mistral Large Pola Scatter Madame Destiny Megaways Penerapan Vision Language AI Generasi Baru Variasi Simbol Emas Caishen Wins Rekonstruksi Stokastik Arsitektur AI Gemini 1 5 Pro The Dog House Megaways Pemanfaatan Algoritma Self Supervised Learning Stanford Treasures of Aztec Integrasi Edge AI Apple Intelligence Pola Pecahan Rise of Olympus