Greenhill Ciwidey – Otoritas Nepal mengevakuasi 10 jenazah tambahan dari wilayah yang terdampak banjir. Penemuan tersebut kembali meningkatkan jumlah korban bencana di perbatasan Nepal-China.
Banjir dan tanah longsor dahsyat menerjang wilayah tersebut pada akhir Agustus 2026. Berdasarkan data resmi pada Rabu, 9 September 2026, bencana itu menewaskan 1.410 orang.
Selain itu, lebih dari 5.650 orang masih masuk daftar orang hilang. Data tersebut mencakup warga Nepal dan warga negara asing.
“Baca Juga: Ledakan Kembang Api di Meksiko Tewaskan 10 Orang“
Ratusan Warga Asing Masih Hilang
Data resmi Nepal dan China mencatat 848 warga negara asing masih hilang. Angka tersebut menunjukkan luasnya dampak bencana terhadap masyarakat di kawasan perbatasan.
Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal terus memperbarui data korban. Pemerintah juga melanjutkan pencarian korban di sejumlah wilayah terdampak.
Sejauh ini, petugas menemukan 1.367 jenazah di distrik-distrik terdampak banjir Nepal. Namun, 5.132 orang masih hilang di wilayah tersebut.
Dari jumlah itu, 587 orang merupakan warga negara asing. Angka tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi.
Tim Penyelamat Evakuasi Ribuan Orang
Selain mencari korban, tim penyelamat juga mengevakuasi ribuan warga dari wilayah terdampak. Hingga kini, lebih dari 13.600 orang berhasil diselamatkan.
Petugas melakukan sejumlah operasi penyelamatan pada akhir pekan lalu. Mereka menjangkau wilayah yang mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor.
Namun, kondisi medan menyulitkan proses pencarian. Banjir dan longsor dapat menghambat akses menuju sejumlah lokasi terdampak.
Karena itu, tim penyelamat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mereka juga memperbarui pencatatan korban berdasarkan hasil pencarian terbaru.
Korban Tanah Longsor di Tibet Tetap 43 Orang
Sementara itu, bencana tanah longsor besar di Tibet mencatat jumlah korban berbeda. Hingga laporan terbaru, tanah longsor tersebut menewaskan 43 orang.
Sebanyak 519 orang masih masuk daftar orang hilang di wilayah Tibet. Dari jumlah tersebut, 261 orang merupakan warga negara asing.
Dengan demikian, total korban dari bencana di kawasan Nepal dan Tibet terus menjadi perhatian. Pemerintah kedua wilayah masih menghadapi tantangan besar dalam proses pencarian.
Selain itu, jumlah korban dapat berubah setelah petugas menemukan lebih banyak jenazah. Tim penyelamat juga terus berupaya menemukan warga yang masih hilang.
Korban Banjir Nepal-China: Pemerintah Lanjutkan Pencarian dan Penanganan Bencana
Pemerintah Nepal bersama tim penyelamat terus menangani dampak bencana. Mereka memprioritaskan pencarian korban dan evakuasi warga dari wilayah berbahaya.
Petugas juga terus memperbarui data korban berdasarkan perkembangan di lapangan. Langkah tersebut membantu pemerintah menentukan kebutuhan penanganan berikutnya.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga mereka. Proses pencarian akan terus berlangsung hingga petugas memperoleh informasi terbaru.
“Baca Juga: 4 Cara Tidur Nyenyak Saat Cemas karena Erupsi Krakatau“






