Greenhill Ciwidey – Prabowo Tegaskan Solusi Dua Negara: Presiden RI menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai penyelesaian damai masalah Palestina. Pertemuan ini berlangsung di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.
Forum tersebut dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi. KTT ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen global terhadap solusi dua negara. Selain itu, konferensi juga bertujuan menggalang dukungan nyata dari negara-negara dunia untuk implementasi solusi tersebut.
Indonesia hadir sebagai salah satu anggota core group yang memiliki peran penting. Kehadiran Presiden Prabowo mencerminkan tekad Indonesia untuk terus mengawal isu Palestina sampai terwujud perdamaian yang adil dan permanen.
“Baca Juga: Israel Gempur Gaza Saat Dukungan Internasional ke Palestina Menguat“
Tokoh Dunia Buka Konferensi
Konferensi dimulai dengan pidato dari lima tokoh utama. Mereka adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-80 Annalena Baerbock, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Mahmoud Abbas menyampaikan pidatonya secara langsung dari Palestina melalui tayangan video. Kehadiran para tokoh ini menandai keseriusan komunitas internasional dalam membahas isu Palestina yang belum terselesaikan.
Indonesia Mendapat Kesempatan Penting
Posisi Indonesia sebagai salah satu pembicara awal menunjukkan penghargaan dunia terhadap kontribusi diplomasi Indonesia. Prabowo membawa pesan kuat tentang perdamaian, solusi dua negara, dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Prabowo Sampaikan Keprihatinan atas Tragedi Gaza
Berikut pidato lengkap Presiden Prabowo Subianto di KTT PBB & Terjemahan:
His Excellency President Emmanuel Macron, President of the French Republic;
His Highness Prince Faisal bin Farhan Al Saud, Foreign Minister of the Kingdom of Saudi Arabia as the co-chairs of this distinguished meeting;
Cochairs, Excellencies, Distinguished Representatives of the United Nations,
I wish to extend our deepest appreciation and highest regards to the Governments of France and the Kingdom of Saudi Arabia for their leadership in convening this important deliberation. It is with a heavy heart that we recall the ongoing unbearable tragedy in Gaza: thousands of innocent lives-many of them women and children have been killed, famine looms, human catastrophe is unfolding with our eyes. We condemn all acts of violence against innocent civilians. Therefore, it is today with dignity that we gather to take our historical responsibility. This responsibility speaks not only to the fate of Palestine, but also to the future of Israel, and also the very credibility of the United Nations. We condemn all violence against innocent civilians. Therefore, Indonesia once again reiterates its commitment to the Two-State Solution in the Palestine problem. Only the Two-State Solution will lead to peace. We must guarantee statehood for Palestine, but Indonesia also declares that once Israel recognizes the independence of the statehood of Palestine, Indonesia will immediately recognize the State of Israel and we will support all guarantees for the security of Israel. The New York Declaration has provided a peaceful and just pathway towards peace. Statehood must mean peace, recognition must mean a real chance towards lasting peace. It must be a real peace for all sides, for all parties. Distinguished Excellencies, We commend the leading states of the world that have taken this principled step: France, Canada, Australia, the United Kingdom, Portugal, and many other leading countries of the world have taken a step on the right side of history. The recognition of the State of Palestine is the right step on the right side of history. To those who have yet to act, we say: history does not stand still. We must recognize Palestine now. We must stop the humanitarian catastrophe in Gaza, ending the war must be our utmost priority. We must overcome hatred, fear. We must overcome suspicion. We must achieve the peace that is necessary for the human family. We are ready to take our part in this journey towards peace. We are willing to provide peacekeeping forces. Thank you very much. Peace, peace now, peace immediately. We need peace. Thank you very much.
Terjemahan:
Yang Mulia Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron; Yang Mulia Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi selaku ketua bersama pertemuan terhormat ini; serta Para Perwakilan Terhormat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Izinkan saya menyampaikan apresiasi terdalam dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi atas kepemimpinannya dalam menyelenggarakan pertemuan penting ini. Dengan hati yang berat, kita mengingat kembali tragedi tak tertahankan yang masih berlangsung di Gaza: ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh, kelaparan mengancam, dan bencana kemanusiaan tengah berlangsung di depan mata kita. Kita mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersalah. Oleh karena itu, hari ini dengan penuh martabat kita berkumpul untuk mengambil tanggung jawab sejarah kita. Tanggung jawab ini bukan hanya menyangkut nasib Palestina, tetapi juga masa depan Israel, serta kredibilitas PBB itu sendiri. Indonesia sekali lagi menegaskan komitmennya pada Solusi Dua Negara (Two-State Solution) dalam penyelesaian masalah Palestina. Hanya Solusi Dua Negara yang akan membawa perdamaian. Kita harus menjamin berdirinya negara Palestina, namun Indonesia juga menegaskan bahwa begitu Israel mengakui kemerdekaan negara Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan mendukung semua jaminan bagi keamanan Israel. Deklarasi New York telah memberikan jalur damai dan adil menuju perdamaian. Kenegaraan harus berarti perdamaian, pengakuan harus berarti peluang nyata menuju perdamaian abadi. Perdamaian itu harus nyata bagi semua pihak, bagi semua pihak yang terlibat. Yang Mulia, kami memberikan penghargaan kepada negara-negara terdepan di dunia yang telah mengambil langkah prinsipil ini: Prancis, Kanada, Australia, Inggris, Portugal, dan banyak negara besar lainnya telah mengambil langkah di sisi sejarah yang benar. Pengakuan atas Negara Palestina adalah langkah yang benar di sisi sejarah yang benar. Kepada mereka yang belum bertindak, kami katakan: sejarah tidak akan berhenti. Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza, mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita. Kita harus mengatasi kebencian, mengatasi rasa takut, mengatasi kecurigaan. Kita harus mewujudkan perdamaian yang diperlukan bagi keluarga umat manusia. Indonesia siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kami bersedia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian. Terima kasih banyak. Perdamaian, perdamaian sekarang, perdamaian segera. Kita butuh perdamaian. Terima kasih banyak.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memulai dengan menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi yang masih terjadi di Gaza. Ia menyebut ribuan nyawa tak berdosa telah hilang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Prabowo menegaskan bahwa kelaparan kini mengancam, dan bencana kemanusiaan berlangsung di depan mata dunia. Ia mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil. Menurutnya, tragedi ini harus menjadi pengingat bahwa dunia memiliki tanggung jawab moral untuk bertindak.
Komitmen Indonesia pada Solusi Dua Negara
Prabowo menekankan bahwa Indonesia konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar satu-satunya. Ia menegaskan bahwa hanya dengan solusi ini perdamaian dapat tercapai.
Menurutnya, negara Palestina harus berdiri dengan pengakuan penuh. Namun, ia juga menyampaikan bahwa begitu Israel mengakui kemerdekaan Palestina, Indonesia siap mengakui Israel dan mendukung jaminan keamanan bagi negara tersebut.
Pernyataan ini menegaskan posisi Indonesia yang seimbang. Indonesia ingin perdamaian tercapai melalui pengakuan timbal balik yang adil dan permanen.
Deklarasi New York Jadi Jalur Damai
Presiden Prabowo juga menyinggung pentingnya Deklarasi New York yang sudah disahkan Majelis Umum PBB. Menurutnya, deklarasi ini memberi jalan damai dan adil menuju solusi dua negara.
Ia menegaskan bahwa kenegaraan harus membawa perdamaian nyata. Pengakuan negara harus berarti peluang konkret menuju perdamaian abadi, bukan sekadar formalitas. Perdamaian harus dirasakan oleh semua pihak, baik rakyat Palestina maupun Israel.
Dukungan Dunia untuk Palestina
Prabowo memberikan apresiasi kepada sejumlah negara yang sudah mengambil langkah tegas mengakui Palestina. Ia menyebut Prancis, Kanada, Australia, Inggris, Portugal, dan banyak negara lain yang sudah berada di sisi sejarah yang benar.
Menurut Prabowo, pengakuan atas Palestina adalah langkah moral dan politik yang tepat. Dunia harus menempatkan keadilan sebagai dasar perdamaian. Negara-negara yang belum mengakui Palestina diimbau segera bertindak karena sejarah tidak akan menunggu.
Seruan Hentikan Bencana di Gaza
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa dunia harus segera menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Ia menegaskan bahwa menghentikan perang adalah prioritas utama. Dunia harus mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan yang menjadi penghalang perdamaian.
Ia menambahkan bahwa Indonesia siap mengambil bagian dalam upaya perdamaian. Bahkan, Prabowo menyatakan kesediaan Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian untuk membantu proses stabilisasi di Palestina.
Pesan Perdamaian untuk Umat Manusia
Pidato Prabowo berakhir dengan seruan perdamaian yang berulang dan penuh penekanan. Ia menegaskan dunia membutuhkan perdamaian sekarang juga. Ia menyebut perdamaian sebagai kebutuhan mendesak bagi seluruh umat manusia.
Pesan itu ia tujukan bukan hanya kepada Palestina dan Israel, tetapi juga kepada seluruh komunitas internasional. Indonesia mengajak dunia bersatu untuk mewujudkan perdamaian nyata, permanen, dan berkeadilan.
“Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Pemda Desak Peran Lebih Awasi“





