Greenhill Ciwidey – Kelompok Houthi melancarkan serangkaian serangan ke Kota Marib, Yaman, pada Sabtu (15/8/2026). Pemerintah Yaman menguasai wilayah tersebut.
Serangan itu menyasar sejumlah kawasan permukiman. Akibatnya, sejumlah warga mengalami luka dan berbagai properti mengalami kerusakan.
“Baca Juga: 27 Gempa Susulan Guncang NTT, Terbesar M4,3“
Houthi Luncurkan Rudal dan Drone
Menurut otoritas Provinsi Marib, Houthi meluncurkan empat rudal balistik dan empat drone pada Sabtu. Satu rudal balistik lainnya kemudian melukai seorang warga.
Selanjutnya, pejabat Kegubernuran Marib melaporkan peluncuran rudal balistik keenam pada Sabtu malam. Serangan tersebut kembali mengarah ke Kota Marib.
Otoritas setempat menilai serangan itu mengancam keselamatan warga sipil. Mereka juga menyoroti risiko terhadap kamp pengungsi dan kawasan permukiman.
Kementerian Informasi Yaman turut menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya. Menurut kementerian, serangan terhadap kawasan padat penduduk semakin memperburuk kondisi masyarakat.
Marib Menampung Banyak Pengungsi
Marib memiliki peran penting dalam konflik Yaman karena wilayah tersebut menampung banyak pengungsi internal. Jutaan warga Yaman telah meninggalkan rumah mereka selama konflik berlangsung.
Karena itu, serangan terhadap kawasan padat penduduk menimbulkan kekhawatiran baru. Otoritas setempat juga menghadapi tantangan untuk melindungi warga dan pengungsi.
Rekaman yang Al Jazeera verifikasi memperlihatkan kerusakan setelah serangan Sabtu. Kondisi tersebut menunjukkan dampak serangan terhadap kawasan permukiman.
Bentrokan Juga Terjadi di Taiz
Sementara itu, bentrokan juga meningkat di wilayah selatan Yaman. Pasukan pemerintah Yaman mengklaim serangan drone mereka menewaskan tiga pejuang Houthi.
Serangan tersebut berlangsung di front Maqbanah, sebelah barat Taiz. Pemerintah Yaman juga menyebut seorang komandan lapangan Houthi termasuk dalam korban.
Selain itu, sumber militer melaporkan serangan terhadap sebuah kendaraan militer Houthi. Serangan tersebut terjadi di kawasan Jabal al-Zuhayb.
Rangkaian pertempuran ini menunjukkan bahwa konflik kembali memanas di sejumlah front. Situasi tersebut muncul setelah eskalasi serangan Houthi terhadap pasukan pemerintah pada awal Agustus.
Houthi Serang Marib: Konflik Yaman Kembali Memanas
Pada awal Agustus, serangan Houthi menargetkan kamp militer pemerintah di Marib dan Hadramout. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 30 tentara pemerintah menurut laporan sebelumnya.
Beberapa hari kemudian, serangan kembali menyasar Marib. Serangan itu menimbulkan korban sipil dan memperbesar kekhawatiran mengenai keselamatan warga.
Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. Kelompok tersebut juga mendapat dukungan dari Iran.
Sementara itu, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg telah memperingatkan risiko kembalinya perang besar. Ia menilai peningkatan pertempuran dapat mengakhiri periode ketenangan relatif sejak gencatan senjata 2022.
Dengan demikian, serangan terbaru di Marib kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap situasi keamanan Yaman. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah eskalasi ini meluas ke wilayah lain.
“Baca Juga: Sering Ngos-ngosan? Kenali Tanda Paru-Paru Bermasalah“






