Greenhill Ciwidey – Panglima Jilah menyampaikan aspirasi masyarakat Dayak kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta pemerintah membuka peluang bagi warga Dayak bertato untuk mendaftar TNI dan Polri.
Presiden Prabowo menerima Panglima Jilah bersama rombongan di Istana Kepresidenan Jakarta. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut mendampingi Presiden.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspirasi masyarakat Dayak. Salah satunya berkaitan dengan kesempatan warga Dayak untuk mengabdi melalui TNI dan Polri.
“Baca Juga: Pangeran Haakon Jadi Raja Norwegia, Ini Profilnya“
Panglima Jilah Dorong Penyesuaian Syarat TNI-Polri
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan isi pembicaraan tersebut. Ia menyebut masyarakat Dayak ingin mendapat kesempatan lebih luas untuk bergabung dengan TNI dan Polri.
Pemerintah kemudian membahas kemungkinan menyesuaikan sejumlah persyaratan. Salah satunya berkaitan dengan aturan penggunaan tato bagi masyarakat adat Dayak.
“Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali,” kata Teddy.
Menurut Teddy, pemerintah mempertimbangkan karakteristik tertentu yang melekat pada masyarakat adat. Karena itu, pembahasan tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi persyaratan calon anggota.
Namun, pemerintah belum menyampaikan keputusan final mengenai perubahan aturan tersebut. Masyarakat masih perlu menunggu kebijakan resmi dari pemerintah.
Pertemuan Juga Membahas Pencegahan Karhutla
Selain persoalan rekrutmen TNI dan Polri, pertemuan juga membahas kebakaran hutan dan lahan. Karhutla menjadi perhatian penting karena sering mengancam lingkungan Kalimantan.
Panglima Jilah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, tokoh adat memiliki peran penting dalam mencegah pembakaran lahan secara sembarangan.
Para tokoh adat dapat memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Kedekatan mereka dengan warga juga membantu penyampaian pesan lingkungan secara lebih efektif.
Masyarakat Adat Punya Peran Menjaga Lingkungan
Panglima Jilah menilai masyarakat adat memiliki hubungan erat dengan alam. Karena itu, masyarakat adat dapat membantu pemerintah menjaga lingkungan dan mencegah karhutla.
Ia menilai kolaborasi pemerintah dengan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan. Pemerintah dapat melibatkan tokoh adat dalam edukasi dan pengawasan lingkungan.
“Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan,” ujar Panglima Jilah.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama untuk menghadapi karhutla. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus menjalankan peran masing-masing secara bersama.
Pemerintah dan Masyarakat Perlu Memperkuat Kolaborasi
Pertemuan Panglima Jilah dan Presiden Prabowo membahas dua kepentingan masyarakat Dayak. Pertama, masyarakat meminta penyesuaian persyaratan untuk masuk TNI dan Polri.
Kedua, masyarakat mendorong keterlibatan tokoh adat dalam pencegahan karhutla. Kedua isu tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat adat.
Selanjutnya, pemerintah perlu menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui kebijakan yang jelas. Sementara itu, masyarakat adat dapat terus membantu menjaga lingkungan Kalimantan.
“Baca Juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Ginjal“






