Greenhill Ciwidey – Raja Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun. Sebelum meninggal, Harald menjalani perawatan di rumah sakit karena kondisi kesehatannya memburuk.
Kabar tersebut membuat masyarakat Norwegia berkumpul di sekitar istana. Setelah kepergian Harald, Putra Mahkota Haakon akan meneruskan takhta kerajaan.
Haakon kini berusia 53 tahun. Ia menggunakan semboyan kerajaan “Segalanya untuk Norwegia” atau “All for Norway”.
Semboyan tersebut telah digunakan sejak masa kakek buyutnya. Haakon juga sudah menjalankan tugas kerajaan selama beberapa tahun terakhir.
“Baca Juga: KPK Tegaskan Gedung Merah Putih Tidak Terbakar“
Haakon Sudah Menjalankan Tugas Kerajaan
Haakon memahami berbagai tanggung jawab seorang raja. Kondisi kesehatan Harald yang menurun membuat Haakon semakin sering menjalankan tugas kerajaan.
Dalam beberapa kesempatan, Haakon bertindak sebagai wali raja atau regent. Ia menjalankan tugas tersebut ketika Harald tidak dapat menjalankan tanggung jawab kenegaraan.
Pengalaman tersebut membuat Haakon memiliki pemahaman langsung tentang pemerintahan kerajaan. Karena itu, ia kini memiliki bekal penting untuk menjalankan peran sebagai raja.
Sementara itu, istri Haakon akan menyandang gelar Ratu Mette-Marit. Anak sulung mereka, Putri Ingrid Alexandra, akan menyandang gelar Putri Mahkota.
Monarki Norwegia Memiliki Sejarah Panjang
Kerajaan Norwegia memiliki sejarah panjang yang berawal dari Raja Harald Fairhair. Raja tersebut memerintah pada abad kesembilan dan menjadi tokoh penting dalam sejarah kerajaan Norwegia.
Norwegia kemudian memperoleh kembali kemerdekaannya dari Swedia pada 1905. Saat itu, pemerintah menggelar referendum untuk menentukan masa depan sistem kerajaan.
Sekitar tiga perempat pemilih mendukung keberlanjutan sistem monarki. Sejak saat itu, Norwegia mempertahankan kerajaan dalam sistem pemerintahannya.
Namun, raja kini tidak menjalankan kekuasaan pemerintahan secara langsung. Parlemen hasil pemilu memegang kendali pemerintahan negara.
Meski demikian, keluarga kerajaan tetap memiliki pengaruh simbolis yang kuat. Mereka juga aktif mempromosikan Norwegia dalam berbagai kegiatan internasional.
Haakon Menjadi Pewaris Takhta Sejak 1991
Haakon merupakan anak bungsu Harald V. Ia lahir dua tahun setelah kakaknya, Putri Märtha Louise.
Meskipun demikian, Haakon menjadi pewaris takhta karena aturan suksesi saat itu. Ia menjadi calon raja setelah Raja Olav meninggal pada 1991.
Norwegia mengubah konstitusi pada 1990 untuk memperbarui aturan suksesi. Aturan baru memberikan prioritas kepada anak sulung tanpa membedakan jenis kelamin.
Namun, pemerintah tidak menerapkan perubahan tersebut secara surut. Karena itu, Haakon tetap menjadi pewaris meskipun memiliki kakak perempuan.
Haakon pernah mengungkapkan kisah masa kecilnya dalam sebuah buku pada 1998. Saat itu, ia bermimpi memiliki toko mainan.
Namun, Haakon kemudian memahami tanggung jawab keluarganya. Ia menyadari bahwa suatu hari dirinya akan memimpin Kerajaan Norwegia.
Haakon Memiliki Latar Pendidikan dan Militer
Haakon menempuh pendidikan ilmu politik di University of California, Berkeley. Ia kemudian meraih gelar master studi pembangunan dari London School of Economics.
Dalam pendidikan tersebut, Haakon mempelajari perdagangan internasional dan kawasan Afrika. Selain itu, ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut Kerajaan Norwegia pada 1995.
Haakon juga mengikuti pelatihan diplomatik di Kementerian Luar Negeri Norwegia. Berbagai pengalaman tersebut memperkuat persiapannya menjalankan tugas kenegaraan.
Haakon Gemar Olahraga dan Musik
Di luar tugas kerajaan, Haakon memiliki sejumlah hobi. Ia menyukai selancar, ski, dan berbagai jenis olahraga.
Haakon bahkan pernah mengatakan ingin menjadi peselancar jika tidak lahir sebagai anggota keluarga kerajaan. Ia menyampaikan hal tersebut kepada penyiar Norwegia NRK.
Selain olahraga, Haakon juga memiliki ketertarikan terhadap musik. Ia menyukai musik rock dan rap sejak masa mudanya.
Haakon juga sering menghadiri festival musik di berbagai negara Eropa. Kehidupan tersebut memperlihatkan sisi pribadi pewaris takhta di luar tugas resminya.
Kini, Haakon menghadapi babak baru dalam kehidupannya. Ia harus meneruskan peran Harald sekaligus menjaga posisi monarki dalam masyarakat Norwegia modern.
“Baca Juga: Teknik Napas 4-7-8 untuk Redakan Cemas dan Bantu Tidur“






