Greenhill Ciwidey – KATHMANDU – Banjir bandang besar menerjang sejumlah wilayah Nepal dan menewaskan sedikitnya 31 orang. Selain itu, ratusan warga masih belum ditemukan setelah bencana tersebut melanda desa-desa terdampak.
Jumlah korban berpotensi meningkat karena tim penyelamat masih menjalankan pencarian. Petugas juga menghadapi kondisi lapangan yang sulit akibat arus air dan longsor.
“Baca Juga: Trump Usul Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika“
Banjir Bandang Hantam Perbatasan Nepal-China
Sejumlah video memperlihatkan dampak banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal dan China. Rekaman tersebut menunjukkan warga berlari menyelamatkan diri ketika aliran air besar menerjang permukiman.
Air bergerak sangat cepat dan membawa material dari kawasan sekitar. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menyelamatkan barang maupun mencari tempat aman.
Bencana juga merusak sejumlah wilayah desa yang berada di sekitar aliran sungai. Karena itu, petugas memperkirakan operasi pencarian membutuhkan waktu cukup panjang.
Gempa Picu Longsor dan Aliran Air Besar
Menurut laporan CNN, gempa bumi memicu tanah longsor besar di kawasan tersebut. Material longsor kemudian menyumbat aliran sungai dan menahan air dalam jumlah besar.
Ketika sumbatan tersebut jebol, air mengalir deras menuju wilayah yang lebih rendah. Aliran itu kemudian menerjang desa-desa dan menimbulkan kerusakan luas.
Peristiwa tersebut menyerupai gelombang air besar yang bergerak menuju kawasan permukiman. Akibatnya, sedikitnya 31 orang meninggal dan ratusan warga masih hilang.
Namun, petugas masih mengumpulkan data terbaru mengenai jumlah korban. Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan jumlah akhir korban bencana.
Helikopter Kesulitan Menyalurkan Bantuan
Tim penyelamat menghadapi tantangan besar ketika mencoba menjangkau wilayah terdampak. Beberapa helikopter sempat mencoba mendarat untuk membawa bantuan kepada warga.
Namun, kondisi air yang masih sangat tinggi membuat proses pendaratan sulit. Para pilot akhirnya kembali terbang dan mencari lokasi lain untuk menyalurkan bantuan.
Situasi tersebut menunjukkan besarnya tantangan operasi penyelamatan. Petugas perlu menemukan jalur aman untuk menjangkau warga yang terisolasi.
Longsor Juga Terjadi di Wilayah Tibet
Selain Nepal, tanah longsor juga melanda wilayah Tibet di China. Kawasan tersebut berada sekitar 400 mil dari lokasi bencana di Nepal.
Media China melaporkan adanya banyak korban di sekitar pelabuhan Gyirong. Wilayah tersebut berada dekat perbatasan Nepal dan memiliki jalur penting menuju kedua negara.
Presiden China Xi Jinping kemudian memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar. Pemerintah China juga mengerahkan personel ke Tibet untuk membantu proses pencarian.
Tim penyelamat kini berupaya menemukan warga yang masih bertahan. Mereka juga terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung
Pemerintah Nepal dan China masih menghadapi tantangan besar setelah bencana tersebut. Hujan, longsor, dan arus sungai dapat menghambat akses menuju sejumlah lokasi.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga mereka. Petugas terus memperbarui data korban seiring berlangsungnya proses pencarian.
Jumlah korban juga berpotensi bertambah jika tim menemukan lebih banyak korban di wilayah terdampak. Karena itu, pemerintah memprioritaskan pencarian warga hilang dan bantuan bagi korban yang selamat.
“Baca Juga: RS Darurat NTT Tangani Puluhan Korban Patah Tulang“






