Greenhill Ciwidey – Pemerintah Venezuela kembali memperbarui jumlah korban akibat gempa bumi ganda yang mengguncang negara tersebut.
Laporan terbaru menunjukkan korban meninggal mencapai 4.930 orang.
Angka tersebut bertambah 101 orang dibandingkan laporan sebelumnya.
Selain itu, ribuan warga masih menjalani perawatan akibat luka yang mereka alami.
Pemerintah terus mengumpulkan data dari berbagai wilayah yang terdampak bencana.
“Baca Juga: Semeru Erupsi Lagi, Badan Geologi Pertahankan Status Siaga“
Ribuan Korban Luka dan Selamat dari Reruntuhan
Laporan resmi yang dirilis pada 16 Juli 2026 mencatat sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 6.462 orang dari reruntuhan bangunan.
Petugas juga terus memberikan layanan kesehatan kepada para korban.
Hingga laporan terbaru, sebanyak 35.781 pasien telah menerima perawatan medis.
Jumlah tersebut bertambah 909 orang dibandingkan data sebelumnya.
Selain pelayanan kesehatan, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.
Sebanyak 128.324 keluarga telah menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Gempa Susulan Masih Terus Mengguncang
Otoritas Venezuela masih memantau aktivitas gempa setelah bencana utama.
Hingga laporan terbaru, petugas mencatat 1.308 gempa susulan.
Jumlah tersebut bertambah 24 kali dibandingkan sehari sebelumnya.
Gempa susulan membuat proses pencarian dan evakuasi menjadi lebih sulit.
Tim penyelamat tetap bekerja di berbagai lokasi meski menghadapi risiko tambahan.
Pemerintah juga terus mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi guncangan berikutnya.
Gempa Ganda Terjadi dalam Selang 39 Detik
Gempa besar melanda wilayah dekat Montalbán pada 24 Juni 2026.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menjelaskan bahwa bencana tersebut termasuk gempa ganda atau doublet earthquake.
Gempa pertama memiliki magnitudo 7,2.
Selanjutnya, gempa kedua bermagnitudo 7,5 terjadi hanya 39 detik setelah guncangan pertama.
Dua gempa kuat yang terjadi dalam waktu sangat singkat menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah.
Banyak bangunan runtuh dan menjebak ribuan warga.
Bencana Ini Masuk Daftar Gempa Paling Mematikan
Gempa Venezuela kini tercatat sebagai bencana gempa paling mematikan ke-12 pada abad ke-21.
Jumlah korban terus mendekati tragedi gempa Myanmar pada Maret 2025.
Gempa bermagnitudo 7,7 tersebut menewaskan lebih dari 5.400 orang di Myanmar dan Thailand.
Besarnya jumlah korban menunjukkan dampak luar biasa dari bencana yang melanda Venezuela.
Proses Evakuasi dan Bantuan Terus Berlanjut
Pemerintah Venezuela masih memusatkan perhatian pada operasi penyelamatan.
Tim gabungan terus mencari korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan.
Selain itu, petugas medis tetap memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak.
Pemerintah juga mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah.
Seluruh upaya tersebut bertujuan mengurangi dampak bencana dan membantu masyarakat bangkit dari salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah modern Venezuela.
“Baca Juga: Diet Ekstrem Karina aespa, Turun 4 Kg dalam Sehari“





